DI 19122022
Lukas 11:1
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
Berdoa, bukankah sesuatu yg mudah dilakukan? Anak kecilpun juga bs berdoa, tp mengapa kita masih menemukan org yg kalau diminta pimpin doa selalu bilangnya tidak bisa?
Di sinilah kita hrs paham, ada 2 macam jenis dr doa yaitu doa pribadi kita pd Tuhan dan doa yg secara berkelompok pd Tuhan. Mgkin utk jenis doa pribadi kita masing-masing pd Tuhan, tiap org bs melakukannya, apalagi kalau sejak kecil sudah dibudayakan oleh orangtuanya melalui mezbah keluarga. Tentu jenis doa yg ini semua org fasih melakukannya, namun berdoa secara berkelompok, ini dlm pengertian memimpin doa bersama, buat sebagian org ini menjd masalah yg ‘besar’ dgn berbagai alasan yg biasanya ialah menyinggung ‘kelemahan’ yg dimiliki: susah utk bicara di depan banyak orang, grogi, gemetaran, takut salah kata, hingga berkata tidak pandai di dalam menyusun kata-kata. Tentu halangan spt ini masih bs diatasi dengan pelatihan berbicara, karena hanya halangan teknis yg bs diatasi dgn mudah. Bisa dimulai dgn menulis dahulu materi dan kalimat doa yg hendak didoakan nantinya, walaupun terlihat ‘kuno’ caranya, tp itu cara yang mudah utk dilakukan. Memberikan ‘jam terbang’ yg sering adalah kelanjutan dr cara utk melatih seseorg utk makin fasih dlm memimpin doa di depan umum. Tapi kembali pd pribadi orangnya, mau belajar dan berlatih, atau tdk.
Dr ayat yg kita bc, ternyata Yohanes Pembaptis mengajarkan para muridnya ttg berdoa, ini bisa kita lihat dr pernyataan salah satu murid Yesus dlm ayat ini. Doa yg diajarkan seperti apa, tidak tertulis dlm Alkitab, tapi ini bisa jadi perenungan bagi kita bhw berdoa itu memang harus terarah, supaya doa kita efektif dan didengar oleh Tuhan setiap saat. Di gereja biasanya ada kelas-kelas khusus yang di dlmnya terdapat pengajaran ttg doa, apakah itu kelas pembinaan, KOM, PA, dan sebagainya. Doa yg diajarkan Yesus itu dikenal dgn Doa Bapa Kami, yg didahului dg penjelasan mengenai sikap berdoa yg dikehendaki Tuhan. Kata-kata dlm doa itu penting, tapi sikap ketika berdoa, itu jg menjadi perhatian khusus Tuhan, karena Tuhan bs melihat isi hati manusia, tahu ttg motivasi doa yang dinaikkan, apakah karena ingin terlihat rohani dan terhormat, atau karena ketulusan hati dan sesuai dgn kehendak Tuhan. Bantu mengajari org yg belum fasih berdoa itu suatu kewajiban, karena Yesuspun mengajarkan cara berdoa kepada para murid-Nya, jg memberi teladan dlm hal berdoa, hingga para murid-Nya yg kemudian menjd para rasul bs berdoa penuh kuasa.
Berdoa itu mudah, tapi berdoa yg benar itu perlu pemahaman yg benar dan ‘jam terbang’, jangan menolak ketika diminta utk memimpin doa saat dlm sebuah kegiatan, lakukan dgn motivasi yg benar.