DI 06012023
Mazmur 71:17-18
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.
Sejak muda, Daud banyak diajari Tuhan, tentang apa? Kalau dilihat dari kalimat berikutnya, Daud diajar Tuhan ttg perbuatan dan kuasa Tuhan, tp apakah hanya itu saja?
Tentunya belajar ttg perbuatan dan kuasa Tuhan itu bukan sekedar tahu ttg perbuatan Tuhan yg ajaib, tp bagaimana dgn mata kepalanya sendiri Daud menyaksikan dan mengalaminya. Seperti seseorg yg diajari bermain sulap, pasti ada yang berupa teori pengetahuan, dan jg latihan praktek bermain sulapnya. Diajari Tuhan itu beda sekali dgn belajar Alkitab atau teologia yg hanya dapat menambah wawasan dan pengetahuan, tapi ini ttg diajari Tuhan mengalami sendiri kuasa-Nya bekerja dlm hidup keseharian. Daud belajar ttg kuasa Tuhan ketika hrs berhadapan dgn hewan buas, dan itu berguna ketika dia berhadapan dg Goliat, Daud belajar mengasihi Tuhan ketika dia tdk dikasihi selayaknya seperti sdr-sdrnya yang lain, itu terlihat ketika dia sangat ingin membuat Tabut Tuhan ada di Yerusalem. Daud belajar ttg merendahkan diri dan itu terlihat saat tahtanya akan dikudeta oleh anaknya sendiri, Absalom, dia sadar bhw tahta kerajaannya itu Tuhan yang memberikan, kalau Dia ambil kembali, itu adalah hak Tuhan. Perang demi perang yg Daud lewati membuat dia semakin kagum pd Tuhan, lalu dg sukacita dia menulis bnyk mazmur ttg hebatnya kuasa dan perbuatan Tuhan yg dia lihat dan dia alami sndri.
Yang menarik adalah Daud meminta Tuhan utk tetap menyertai dia, sekalipun dia sudah tua & putih rambutnya, artinya dia masih belum puas belajar dr Tuhan. Bnyk org yg berhenti belajar dr Tuhan ketika dia sudah mengalami mujizat dan pertolongan Tuhan. Ini karena pemikiran sesat yg menganggap kalau Tuhan melakukan suatu mujizat pd seseorg, itu karena ‘prestasi’ yg org itu telah perbuat utk Tuhan, jd dia menganggap kalau dirinya itu telah berkenan di hadapan-Nya sehingga Tuhan mau memberinya mujizat. Dlm bnyk kisah, Tuhan melakukan mujizat pd orang tertentu itu hanya karena belas kasihan, ada jg krna iman org lain, misalnya kisah orang lumpuh yg sembuh krna ditandu 4 kawannya diturunkan dr atap rumah (Markus 2:1-11). Bbrpa org yang dinilai Tuhan memiliki iman yang besar, akhirnya diberi Tuhan mujizat. Berhenti belajar dari Tuhan hanya akan membuat kita sombong dan merasa tidak begitu perlu Tuhan lagi dlm hidup kita. Kita jgn spt itu, teruslah menceritakan ttg perbuatan dan kuasa Tuhan yg telah terjd, itu bisa memberi peneguhan bagi org lain yang sedang bimbang, perlu diyakinkan bhw Tuhan masih melakukan mujizat sampai sekarang.
Jgn puas belajar dr Tuhan, tetap rendah hati dan terus melatih iman kita, supaya kira bisa dengan yakin bersaksi ttg perbuatan & kuasa Tuhan yg masih Dia lakukan hingga saat ini.