Kasih Tuhan Yang Sempurna

DI 28012023

1 Yohanes 2:5-6
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Bgmna kita bs tahu kalau dlm hidup seseorg itu ada kasih Tuhan? Dari kesaksiannya mengalami mujizat kah? Dari urapannya kah? Ternyata bkn semua itu kalau dilihat dr ayat yg kita baca.

Bukti nyata bhw seseorg memiliki kasih Tuhan dlm dirinya adalah bhw dia disanggupkan Tuhan utk memelihara dan melakukan firman-Nya. Jd bukan dr bnyknya kesaksian dia mengalami dan menerima pertolongan Tuhan atau dari urapan Tuhan yg dia miliki, karena itu bs terjd di dalam hidup org yg kasih Tuhan di dlm dirinya belum jg sempurna. Di sinilah kita bs memahami apa yg menjd tolak ukur atau penilaian yang Tuhan lihat dlm diri tiap org yaitu ketaatannya memelihara & melakukan firman Tuhan. Ini mematahkan teori yg bahkan sering para pengkhotbah katakan di saat berkhotbah: melakukan firman Tuhan dlm hidup ini itu berat dan tdk mudah. Pernyataan ini mgkin benar kalau dilihat dr sisi usaha manusia utk taat pd firman Tuhan dgn kekuatan manusia senata, tp menjd tdk benar kalau dilihat dr ayat di atas, melakukan firman Tuhan itu tdk berat & bisa dilakukan kalau kasih Tuhan dlm diri setiap kita itu sudah sempurna. Pertanyaannya tentu bgmna kasih Tuhan dlm diri kita itu bisa menjadi sempurna? Jawabannya mgkin bs kita temukan lewat ilustrasi ttg siapa yg menguasai stir ketika berkendara, dialah yg menentukan bagaimana kendaraan itu dijalankan.

Ada 2 org yg bs menyetir pergi bersama menuju sebuah tempat. Yg satu masih baru belajar dan yg satu lagi sudah mahir. Tentu akan ada bnyk kesulitan bila si pengendara yg baru belajar ini berhadapan dgn kondisi jalan yang kurang baik, kalau salah dlm mengendarai maka bs terjd hal yang tdk diinginkan bahkan bs merusak bagian tertentu dr mobil itu, tp ketika diambil alih oleh org yg sudah mahir menyetir, bs melewati jalan itu dgn baik dan mobil tetap dlm keadaan baik, ini karena dia tahu teknik yg tepat utk melewati jalan yg rusak. Siapa yg menguasai hidup kita: Tuhan atau diri kita sendiri? Di sinilah ditemukan perbedaannya, kalau Tuhan yg memimpin hidup kita, maka kita akan mengikuti keinginan Roh: Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16). Bnyk org yg hanya menjadikan Tuhan sbg ‘pendamping’ dirinya saja tp bukan ‘penguasa’ di dlm hidupnya. Org bs saja mempersembahkan hartanya yg banyak tp belum mau utk memberi hidupnya pd Tuhan. Koreksi diri kita sendiri, apa posisi Tuhan dlm hidup kita? Kalau masih gagal dlm mentaati firman Tuhan, berarti kasih Tuhan dlm diri kita belum sempurna.

Semua org pasti ingin dikasihi Tuhan, tapi blm semua org ingin kasih Tuhan menjd sempurna di dlm dirinya, karena masih banyak hal-hal yang ingin dilakukan sendiri tanpa melibatkan Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.