DI 30012023
Matius 25:16-18
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Perumpamaan ttg talenta ini mengandung bnyk pelajaran ttg harta yg diterima dr Tuhan, bgmna sikap seseorg berkenaan dgn harta yang dimiliki yg dimaknai sbg pemberian Tuhan.
Golongan yg pertama, mereka yg memiliki harta banyak, ini diwakili oleh hamba yang diberikan 5 talenta utk dikelola. Orang kaya biasanya dilihat sebagai org yg banyak uang, hidup senang dan semua serba mudah, namun org kaya yg di dlm Tuhan paham bhw harta berlimpah yg ada ialah kepercayaan yang Tuhan berikan padanya, harta yg ada adalah milik Tuhan dan itu semua harus dikelola utk berlipat ganda, menyenangkan hati Tuhan dan justru harta yg dimilikinya dipandang sbg sebuah tanggung jawab. Beda dgn org yang serakah, melipat gandakan hartanya hanya utk memuaskan jiwanya sendiri, memperkaya diri & menerima hormat dr bnyk org. Sulit sekali untuk memiliki karakter seperti hamba yg menerima 5 talenta, tdk cinta uang dan siap mengembalikan semuanya kembali pd Tuhan disertai dgn hasil yg menyenangkan hati Tuhan: uang berlipat dan dipakai utk menyatakan kasih Tuhan bagi mrka yg membutuhkan. Mgkin bs dikatakan orang ini adalah konglomerat yg dermawan, harta makin berlipat ganda, tp hatinya tdk terikat oleh harta. Harta hrs menjd alat, bukan kita diperalat oleh harta, kaya bukan utk dipuji manusia, tapi untuk menyalurkan kasih Tuhan pd sesama.
Golongan kedua, mereka yg memiliki harta yang tdk terlalu banyak, ini diwakili oleh hamba yang menerima 2 talenta. Tdk kaya tp juga tdk miskin, bersyukur pd Tuhan seberapapun harta yg ada, tdk iri pd yg lebih kaya, namun mengelola harta yg ada utk dilipat gandakan. Karakternya mirip dgn hamba yg menerima 5 talenta. Golongan yg ketiga, org yg memiliki harta sedikit, ini diwakili oleh hamba yg menerima 1 talenta, mengubur 1 talenta itu di dlm tanah. Ini gambaran org yang tdk bersyukur dgn harta yg ada, protes pd Tuhan dan menganggap Tuhan itu jahat, membedakan dirinya dgn org lain yg ‘lebih diberkati’ Tuhan, tdk mau bekerja keras dan tidak mau menghormati Tuhan di dlm hidupnya. Akhir dr hidup golongan ini jelas, tdk pernah bertambah hartanya, malah justru dihukum Tuhan. Jadi yg penting bukan ttg bnyk atau sedikitnya harta yg kita miliki, tp apa yg jadi sikap kita dgn harta yg ada, karena kaya atau miskin, keduanya tetap akan Tuhan minta pertanggung jawaban ttg bgmna pengelolaan harta yang Tuhan percayakan, apakah didapati sbg hamba yg setia dan taat, atau hamba yang malas dan berani melawan Tuhan, apa hasilnya nanti tergantung bgmna kita mengelola harta selama hidup di dunia.
Kalau dipercaya punya harta banyak, jgn angkuh dan menyenangkan diri sendiri, muliakan Tuhan dgn harta yg Tuhan percayakan, ingat kita nanti semuanya hrs bertanggung jwb pd Tuhan.