DI 07022023
Daniel 6:7, 9, 14
Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.
Sebab itu raja Darius membuat surat perintah dengan larangan itu.
Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya.
Tidak semua pejabat istana senang dgn Daniel yg dipromosikan raja Darius menjd seorg dari 3 pejabat tinggi yang membawahi mereka semua, maka dicarilah cara utk menyingkirkan Daniel.
Mencari-cari kesalahan biasanya dilakukan oleh org yg iri dan dengki, ini yg dilakukan oleh mrka yg tdk menyukai Daniel menjd pemimpin, stlah gagal menemukan kesalahan Daniel dalam hal tanggung jwb pekerjaannya, mulailah kelicikan muncul dgn memprovokasi raja Darius melalui sebuah penetapan surat perintah raja melarang semua org utk menyampaikan permintaan pada dewa atau siapapun, kecuali pd raja. Di sinilah kita melihat kualitas iman seorang Daniel, tetap dia berdoa spt biasa. Kisah selanjutnya bs kita baca dlm pasal ini scra keseluruhan. Pelajaran yg bs kita ambil dr kisah ini adalah orang akan lakukan cara apapun utk menjatuhkan org lain yg tdk disukainya. Kalau gagal dgn cara frontal maka digunakanlah cara ‘halus’, menggunakan siasat licik melalui tangan org lain utk menjerat dan menyingkirkan org yg tdk disukai. Mereka memprovokasi raja Darius karena mereka tahu bahwa raja menyukai Daniel, dan tanpa disadari raja Darius termakan tipu daya para pejabat dan mengeluarkan surat perintah raja, dan siasat ini berhasil menjerat Daniel dan raja tdk bs menarik kembali surat perintah itu, raja sangat sedih dan berusaha utk menyelamatkan Daniel.
Yg hrs kita waspadai adalah bila ada pihak yang memprovokasi kita dgn tujuan memakai tangan kita utk ‘menggebuk’ org lain sehingga kita yang akan merasa bersalah. Biasanya kita terus akan dipuji-puji, dilayani secara berlebihan shga saat kita mulai merasa terlalu bahagia, pihak lain itu menyarankan sesuatu yg kelihatannya logis dan menguntungkan & pd akhirnya kita menyetujui saran mereka. Sbg pemimpin memang jangan mudah utk mengikuti saran dr bawahan, walau kedengarannya itu menguntungkan kita, namun justru bs menjerat org lain tanpa kira sadari. Ini tentu sangat mengenaskan bila ternyata kitalah yang terjerat tindakan pidana, dianggap sebagai pencetus dan pelaku utama, karena itulah harus benar-benar mempertimbangkan segalanya dan dengarkan jgn 1 pihak saja. Tdk semua org yang berkata manis di depan kita itu adakah org yang tulus mendukung kita, waspada jgn sampai kita dijadikan ‘alat’ utk menyerang pihak lain, apalagi sasarannya adalah org yg kita kasihi. Bersyukur saat itu Tuhan bertindak shga Daniel selamat & kerajaan tetap memiliki pejabat tinggi yg punya kualitas dan integritas spt Daniel. Waspada dan jangan sampai diperalat.
Jgn terlena dgn perkataan manis yg kita terima, tdk semua org tulus terhadap kita, sblum ambil sebuah keputusan penting, berdoalah pd Tuhan dan jgn termakan tipu daya org lain.