Atas Nama Cinta?

DI 08022023

Ulangan 7:3-4
Janganlah juga engkau kawin-mengawin dengan mereka: anakmu perempuan janganlah kauberikan kepada anak laki-laki mereka, ataupun anak perempuan mereka jangan kauambil bagi anakmu laki-laki;
sebab mereka akan membuat anakmu laki-laki menyimpang dari pada-Ku, sehingga mereka beribadah kepada allah lain. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu dan Ia akan memunahkan engkau dengan segera.

Bicara ttg cinta itu memang hak asasi manusia yang perlu dihormati, namun bila cinta ternyata melibatkan org yg tdk menyembah Tuhan, apa yg hrs jd sikap kita sbg seorg Kristen?

Dari ayat yg kita baca jelas tergambar apa yang Tuhan kehendaki dlm hidup umat-Nya, menikah dgn org yg sama-sama menyembah Tuhan, dlm pengertian di zaman skrg ini harus menikah dgn org yang sama-sama menyembah Tuhan Yesus, ini yg hrs kita pahami. Beda suku, status sosial, latar belakang pendidikan bahkan mgkin umur yg terlalu jauh, itu masih dlm batas yg normal & diizinkan, tp jelas bhw Tuhan tdk ingin umat-Nya jatuh dlm penyembahan berhala karna menikah dgn yg tdk menyembah Tuhan. Di sinilah harus dipahami bhw dlm pernikahan Kristen, itu bukan hanya urusan cinta antara laki-laki & perempuan saja, bkn hanya menghubungkan 2 keluarga dari kedua mempelai, tp pernikahan Kristen itu ialah melibatkan Tuhan di dlmnya. Jangan atas nama cinta dan hak asasi manusia lalu boleh dengan sengaja melanggar aturan firman Tuhan. Tuhan sdh menyatakannya pd kita, bahkan contoh dlm Alkitab jelas terlihat, akibat menikah dgn orang yg tidak menyembah Tuhan, raja Salomo justru jatuh dalam penyembahan berhala, kerajaannya mengalami kehancuran di masa berikutnya, kita lihat bgmna dosa nenek moyang hrs ditanggung oleh keturunan-keturunan yg selanjutnya.

Dosa penyembahan berhala akan tertanggung sampai keturunan yg keempat: Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku (Keluaran 20:5). Melakukan 2 prosesi pernikahan dengan 2 cara yg berbeda, tentu itu suatu penghinaan bagi Tuhan, sdh melanggar perintah Tuhan, lalu mohon dilegalkan dan diberkati, keterlaluan itu namanya! Lebih parah lagi memilih mengganti iman pd Kristus dan menyembah yg pasangan hidupnya sembah, jgn berpikir Tuhan diam dan tdk akan menghukum. Manusia mgkin terpaksa diam karena menghormati hak asasi manusia dlm hal memilih yg dipercayai, tp Tuhan tetap akan meminta pertanggung jawabannya kelak di saat penghakiman Tuhan. Di sisi lain, gereja hrs menekankan pentingnya kesetiaan jemaat pd Tuhan dlm hal iman, tekankan bhw menikah dgn org yg tdk menyembah Tuhan Yesus jelas suatu pelanggaran firman Tuhan, ada kutuk dari setiap dosa yg dilakukan manusia, apalagi yang sengaja dilakukan pdhal sdh tahu dilarang oleh Tuhan.

Ada saat di mana kesetiaan kita diuji Tuhan, apa yg Tuhan temukan dlm diri kita? Kita punya hak utk melakukan yg kita mau, tapi jangan pancing kemarahan Tuhan dgn sengaja melanggar apa yg Dia larang utk kita lakukan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.