Tidak Usah Berdebat

DI 10022023

Matius 16:4
Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.” Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Ketika Yesus diminta untuk memberikan sebuah tanda dr surga oleh org Farisi dan Saduki, Yesus hanya menjawab singkat lalu kemudian pergi & meninggalkan mereka dgn segala pikiran yang ada dlm diri mereka.

Menghindari perdebatan memang hrs dilakukan saat bertemu dgn org-org yang tujuannya hanya ingin memuaskan hasratnya utk menang dalam perdebatan. Org Farisi dan Saduki paham benar ttg Taurat dan kehadiran Yesus membuat mrka kehilangan bnyk pengikut dr masyarakat umum, karena itulah mereka berusaha untuk membuat Yesus dipermalukan di depan umum. Yesus tdk mau mengikuti strategi mereka dan tidak ingin melayani perdebatan, memilih menjwb singkat dan pergi. Ini hal yg perlu jd pemikiran kita saat ditantang utk membuktikan siapa diri kita: jika kita menang debat, apa dampaknya? Dlm Amsal diingatkan: Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi (Amsal 10:19). Kita harus paham bhw kalau kita salah bicara, lawan debat akan menggunakan hal itu utk menjatuhkan kita di depan umum, apalagi kalau itu dianggap sbg suatu perbuatan penistaan, kita bs dipidanakan dan tentu saja ini sangat merepotkan hidup kita. Jadi pertimbangkan untung ruginya kalau tetap ingin berdebat, kendalikan perkataan dgn benar dan bersikap bijaksana.

Ada saatnya utk membela diri, tapi ada saatnya kita sengaja diam dan membiarkan waktu yang membuktikan semuanya. Yakinlah bahwa Tuhan adalah Pembela kita, percayakan semuanya pd Tuhan dan tetaplah fokus pada pekerjaan tugas kita. Ingat juga bahwa: Karena sebagaimana mimpi disebabkan oleh banyak kesibukan, demikian pula percakapan bodoh disebabkan oleh banyak perkataan (Pengkhotbah 5:3). Kita membela diripun belum tentu org lain langsung percaya dan balik membela kita. Ada orang yg senang melihat org lain ‘berantem’, dianggap itu spt sebuah hiburan, krna itu tdk heran ada orang yg sengaja menciptakan konflik dgn orang lain di medsos, bahkan ada yg settingan, karena hal ini memang ada peminatnya. Tdk semua orang ingin berdebat dgn tujuan yang positif, berdebat utk bs menemukan sudut pandang yg berbeda tapi memperkaya wawasan dan pengetahuan. Spt Yesus yg seringkali tdk ingin berdebat dgn org Farisi, tp berdiskusi serius dgn Nikodemus, seorg Farisi dan pemimpin agama Yahudi yang datang menemui Yesus (Yohanes 3). Jadi kita hrs bs menilai org, siapa yg pantas diajak untuk berdiskusi dan berdebat, dan siapa yg tdk perlu diladeni terlalu lama dlm percakapan, jgn nanti malah kita jadi emosian dan terlihat bodoh.

Jgn membuang waktu utk percakapan yg tidak menguntungkan, sia-sia dan bodoh, waktu kita sangat berharga, gunakan utk hal-hal yg positif dan menguntungkan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.