Dipancing Membuktikan Diri Hebat

DI 09022023

Matius 16:1

Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.

Org yg bisa melakukan mujizat, menyembuhkan yg sakit, mengusir roh jahat, pasti dianggap org yg sakti dan punya ‘isi’ di dalam dirinya, tapi dari mana dia mendapatkan semua itu, org mungkin berpikir yg negatif.

Kehadiran Yesus di zaman itu menang sedikit banyak menimbulkan kehebohan, selain sering melakukan mujizat, Dia jg berhikmat & mengajar dgn gaya yg berbeda, semua ini menimbulkan beragam pendapat ttg Yesus, apalagi latar blkg Yesus bukanlah yg istimewa, hanya seorg anak tukang kayu yg mendadak viral krna ‘kesaktian’ dan kharisma yg dimiliki-Nya. Ayat yg kita baca menjd contoh bgmna bnyk keraguan dr org-org kalangan Farisi dan Saduki ttg darimana kuasa yg dimiliki Yesus dgn menyuruh Dia melakukan suatu tanda dr surga. Ini sebuah pancingan yg mengarah pd kesombongan yg justru membuat kejatuhan Yesus nantinya di hadapan Bapa. Hal ini bs kita pahami ketika misalnya kita disuruh utk membuktikan bhw kita bs melakukan suatu mujizat, pdhal yg membuat mujizat adalah dari kuasa Tuhan yg bekerja di dlm kita, kalau Tuhan tdk mau melakukan mujizat, maka kita tdk akan bs menunjukkan mujizat Tuhan. Jika kita tetap berusaha menunjukkannya, itulah kesombongan dlm pengertian bhw kita lupa Tuhanlah yg telah bekerja melalui kita, tapi kita berusaha supaya org yakin bhw kita ini org yang ‘sakti’, main-main dgn kuasa Tuhan.

Org umumnya suka utk menjd populer dan bisa menarik bnyk perhatian di mata bnyk org, itulah ‘pintu’ utk meraup bnyk keuntungan dan peluang untuk mendapatkan bnyk uang. Buktikan bahwa dirinya hebat dan layak utk dikagumi dgn segala cara, yg penting viral dulu. Tetapi kita bersyukur masih bnyk org yang tetap rendah hati dan tidak sombong walaupun mereka punya sesuatu yang mulia. Populer dipandang hanya suatu dampak yg tdk terhindarkan, bkn sesuatu yg sengaja utk dicari. Ini bs terlihat dari bgmna org itu bercerita ttg kuasa Tuhan yg bekerja dlm hidupnya, bukan menceritakan kehebatan dirinya sendiri, tidak perlu utk pamer ‘kesaktian’ untuk mendapatkan pengakuan dr bnyk org, yg terpenting ialah tetap mendpt perkenanan dr Tuhan, tdk gila hormat & pujian dr manusia. Ketika orang lain meragukan kita, jgn terpancing utk membuktikan diri demi sebuah pengakuan, yg terpenting adalah hasil dr apa yg kita perbuat, itu sdh menjd bukti yang tdk terbantahkan. Dikomentari negatif dan difitnah, jgn pedulikan dan jgn dibalas, cukup bawa dlm doa dan tetap fokus pada apa yg kita kerjakan.

Org lain meragukan kita itu hal yg wajar, tidak disukai dan berusaha utk dipermalukan di dpn umum adalah suatu cobaan yang Yesus sendiri pernah mengalaminya, contohlah bgmna Yesus menghadapi semuanya itu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.