DI 17022023
Lukas 16:19, 25
“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
Hidup ini ada kemanisan dan juga hal yg pahit, tp itu blm tentu benar, karena dlm kisah di atas, Lazarus sepanjang hidupnya mengalami hal yg pahit sedangkan org kaya itu sepanjang hidup mengalami kemanisan: hidup mewah.
Berhati-hatilah ketika kita ada dlm keadaan yg penuh kemanisan, salah satunya ketika harta yg kita miliki sangat banyak, secara finansial kita aman dr kekurangan dan kemiskinan, tapi justru di keadaan spt ini, kita bisa sedang berjalan ke arah kebinasaan. Kekayaan yg awalnya adalah ‘berkat’ bs berubah menjd ‘kutuk’ yg mengerikan dampaknya. Org kaya dlm kisah ini mengalami siksaan di alam maut, apa sebabnya? Harta yg dia miliki hanya dinikmati sendiri tanpa berbuat sesuatu terhadap Lazarus yg berbaring di dekat pintu rumahnya dan makan dr apa yg jatuh dari meja org kaya itu. Ada seorg pengemis di depan rumah, tp tdk berbagi makanan sedikitpun, hal ini dipandang Tuhan sbg suatu hal yg setimpal dibalas dgn penderitaan di alam maut, melihat ada org kelaparan hingga mati, tetapi diam saja sementara ada makanan berlimpah di rumah. Kalau boleh mengunakan sindiran yg kasar, dgn kata lain org kaya ini disindir begini: “Km punya mata, tidak? Hatimu terbuat dari batu? Ada org miskin kelaparan dibiarkan hingga mati?” Kita pasti ingat di waktu yg berbeda, Yesus dengan tegas menyuruh seorg kaya yg masih muda utk menjual seluruh hartanya dan membagikannya pd org miskin lalu mengikuti Dia? Inilah sebuah peringatan ttg kekayaan!
Masih ragu? Satu contoh lagi kita lihat dr hidup 10 anak Ayub yang pertama? Mereka bergiliran pesta tiap hari, dan apa yang terjadi pd mereka? Mereka semua mati dlm sekejap! Bukankah itu bagian dari ujian Tuhan terhadap Ayub melalui tangan iblis? Jgn cepat menyimpulkan, Tuhan tdk pernah bermain-main dgn nyawa seseorang, jd kalau seseorg itu mati atas seizin Tuhan, ada alasan-Nya. Dlm pesta pora, mulut kadang tidak terkendali, bs saja mengucapkan sesuatu yang jahat terhadap Tuhan, dan ini yg Ayub pikirkan shga setiap selesai anak-anaknya berpesta, dia menguruskan mereka dan membakar korban bakaran pd Tuhan (Ayub 1:5). Masih ragu juga?
“Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12:19-21). 3 contoh di atas, biarlah menjd satu peringatan bagi kita, hati-hati dengan kekayaan.
Apakah ada ‘pengemis Lazarus’ di dekat kita? Mgkin itu kerabat dekat yang sdg kesusahan, mgkin itu teman kita yg sdg terpuruk, jgn diam saja, buatlah sesuatu utk mereka dgn harta yg kita miliki dan muliakan Tuhan!