DI 16022023
Lukas 15:17-18
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Perumpamaan ttg anak yg terhilang ini menjadi gambaran spt apa Tuhan mengasihi kita, seperti apa ‘kasih’ yg ditawarkan oleh dunia dan iblis, ini yg bs kita renungkan sbg sebuah pelajaran.
Si anak bungsu ini mengejar kebahagiaan dunia yaitu harta berlimpah: meminta harta warisan dr ayahnya sblum waktu yg seharusnya utk hidup berfoya-foya, suka dgn kenikmatan tubuh yang digambarkan dgn melibatkan diri dg sex bebas dgn pelacur-pelacur (ay 30). Dia memilih pergi jauh supaya bebas melakukan apa yg dia mau, tp ternyata dia tertipu dgn semuanya itu. Saat hartanya habis, dia hidup melarat, org menjauhi dan tdk menghargai dia lagi, dan spt yang kita baca, hidupnya sangat mengenaskan, hingga akhirnya dia sadar bhw kasih yang sejati hanya dia rasakan dr kasih ayahnya, dan dia berpikir utk pulang walaupun dgn perasaan malu karna sadar dirinya tdk layak lagi dianggap sebagai anak dr ayahnya. Kalau kasih itu nyata dan bisa dirasakan, pasti suatu saat org yang merasakan kasih itu akan ingat dan ingin kembali lagi bisa merasakan kasih itu. Kasih duniawi tergantung dr brp bnyk harta dan kekuasaan yg kita miliki, kalau kita kaya dan punya posisi bagus, pasti kita dihormati, disanjung dan diperlakukan spt ‘raja’, tp begitu semuanya tdk kita miliki lagi, yg terjd adalah kita dianggap spt ‘sampah’.
Kasih yg sejati dimiliki oleh org-org yg setia ada bersama kita di saat suka dan duka, sehat dan sakit, kaya atau miskin, bahkan hingga lanjut usia, mereka tetap mengasihi kita. Kasih sejati adalah kasih yg punya stok pengampunan yang berlimpah dan siap memulihkan kembali semua hubungan yg telah rusak, ini digambarkan dlm kisah ini, sang ayah memulihkan hubungan ayah dgn anak, memberikan apa yg selayaknya sang anak terima bahkan bersukacita karena si anak telah kembali pulang, pdhal yg dilakukan si anak itu adalah durhaka terhadap orgtua. Harta boleh hilang, asalkan si anak bertobat, itu suatu berkat yg besar bagi sang ayah. Pelajaran penting dari kisah ini adalah: pulihnya suatu hubungan jauh lebih berharga dr harta apapun. Kalau seorang suami membelikan hadiah cincin berlian mahal tp ketahuan selingkuh, apakah itu bs disebut dg mengasihi istri? Kalau orgtua sudah lansia dan sakit, tp anak-anak tdk mau merawat langsung dgn berbagai alasan, apakah ini mengasihi? Yg perlu kita ingat dlm dunia ini, hanya sedikit org yg betul-betul mengasihi kita dgn kasih sejati yg nyata, itu bisa kita buktikan di saat mengalami kondisi yg sedang tdk baik, siapa yang setia dan tetap ada untuk kita.
Taburlah kasih maka kita akan menuai kasih pd saatnya, walaupun mgkin kasih kita tdk terbalas dan justru kita tersakiti, kasih sejati tetap harus kita tunjukkan dan bersiap utk mengampuni dan memulihkan hubungan yg rusak.