Hanya Luarnya Saja

DI 13032023

Galatia 6:13
Sebab mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah.

Mgkin kita pernah merasa, sbg org Kristen kita dituntut untuk sempurna, tidak boleh ditemukan satu kesalahan kecilpun, kalau ada, reputasi dan nama baik kita langsung tercemar dan rusak.

Ada org yang Kristen, sudah dibaptis, tapi sibuk utk menuntut org lain utk sempurna, mengamati apa saja yg dilakukan org lain utk dicari-cari apa yg salah dan kemudian dijadikan bahan alasan utk menghakimi org lain. Baptisan dianggap spt sebuah ‘tiket masuk’ ke surga, sehingga merasa sbg org yg pantas dan pasti masuk surga, tidak perlu utk membenahi diri karena terlalu yakin bs pasti masuk surga. Itulah org-org spt yg ada dlm ayat yg kita renungkan ini, bersunat tapi Taurat tdk dipelihara, ditaati dan dipraktekkan. Waktu hanya dihabiskan utk menuntut orang lain harus mengikuti Taurat lalu hatinya menjd senang. Itu bukan jenis org yg diinginkan Tuhan, menjd org Kristen harusnya lebih banyak melihat ke dalam hidupnya sendiri, bukannya sibuk menilai hidup org Kristen lainnya. Baptisan bukanlah seperti tiket masuk ke surga, tp bagaimana hidup kita dijalani setelah dibaptis, itu yang paling penting karena itu yang menjd penilaian Tuhan apakah nanti pantas masuk surga atau tdk. Benar bhw kita hrs saling mengasihi, membangun dan juga saling menopang satu sama lain, tp bukan utk saling menilai dan menghakimi, tp untuk saling menegur dan mengingatkan.

Membicarakan dosa org lain bukanlah suatu hal yg mulia, apa manfaatnya bagi kerohanian kita dan org lain, justru terkadang memancing orang lain berdosa dgn perkataannya. Dari berbincang akhirnya berbelok arah menjd penghakiman dan kita merasa lebih baik drpd org lain. Kalau orang biasanya sombong karena punya banyak harta dan kekuasaan, tapi org yg merasa dirinya lebih baik daripada org lain, tanpa sadar dirinya telah memiliki kesombongan rohani, meninggikan diri di hadapan Tuhan dgn merendahkan orang lain. Lebih baik berkaca pd firman Tuhan, hal apa lagi yg masih harus kita bereskan di hadapan Tuhan, selama masih diberi waktu hidup di dunia, pakai untuk mempersiapkan diri sebelum menghadap penghakiman Tuhan yg terakhir. Jgn sampai org lain selamat masuk surga tp kita sendiri ditolak Tuhan dan harus masuk neraka. Menyedihkan dan sudah tdk ada kesempatan lagi, menyesal selama-lamanya. Jadilah pribadi yg siap untuk ditegur Tuhan, mau belajar dr firman Tuhan dan terbuka menerima teguran dan nasihat dr orang lain. Sadari bhw kita jg belum sempurna, masih banyak salah dan kelemahan, belum mampu utk mengalahkan kedagingan dan godaan yg ada.

Siapkah kita kalau hari ini kita dipanggil pulang oleh Bapa di surga? Karenanya persiapkan diri sebaik-baiknya, uruslah kerohanian kita dengan serius dan tekun.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.