DI 12042023
Ayub 3:25
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.
Khotbah atau renungan jangan langsung kita aminkan sekalipun yg menyampaikannya itu seorg yg terkenal dan jago berkhotbah, ingat bhw kita hrs menguji segala sesuatu.
Ayat ini sering dikhotbahkan ketika topik yg dibahas itu tentang iman shga salah tafsir & ujungnya membodohi pendengarnya, karna kita hrs paham kenapa Ayub berkata spt itu. Bahaya sekali asal mencomot ayat demi bs menghubungkan topik khotbah dgn tafsiran yg ada di kepala. Mari kita lihat bukti dalam Alkitab ttg latar belakang ayat ini, kembali pd Ayub pasal 1 ttg bgmna kehidupan 10 anak Ayub, lihat ayat ini:
Ayub 1:5
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
Kekuatiran Ayub adalah ketika anak-anaknya sedang berpesta, mgkin ada hal-hal jahat yg tanpa sadar mereka lakukan, termasuk hal yg jahat di mata Tuhan, kalau ini tdk diatasi dgn mempersembahkan korban pada Tuhan dan menguduskan mereka, Ayub kuatir nanti murka Tuhan turun, sesuatu yg buruk terjadi menimpa mereka. Ini terbukti ketika 10 anak Ayub mati bersamaan dgn cara yg tragis. Jd apa yg Ayub takutkan, ternyata benar-benar terjadi, ini penjelasannya.
Kalau kita dlm posisi Ayub, mgkin kita akan berpikir: sudah 2 musibah yg datang, apakah akan ada musibah yg ketiga? Manusiawi apa yg Ayub pikirkan, rohaninya tergoncang krna meskipun dia hidup saleh, benar, namun dia mengalami 2 musibah yg berat, apa berguna hidup benar di hadapan Tuhan? Harusnya ini semua tdk boleh terjadi, apakah ganjaran dr hidup benar adalah musibah demi musibah yg sulih berganti datang? Hal yg hrs disadari adalah sekalipun kita sdh hidup benar, akan tetap ada masalah dan musibah dlm hidup kita:
Mazmur 34:19
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
Yesaya 50:10
Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN dan bersandar kepada Allahnya!
Kemalangan org benar itu banyak, org yang takut akan Tuhan suatu saat bisa ada dalam situasi yg ‘gelap’, inilah fakta sebenarnya yg harus dikaitkan dgn iman, bukan asal comot ayat tanpa penelusuran historisnya. Beriman atau tidak, apa yg buruk bs datang tiba-tiba, apakah itu sebagai sebuah ujian dari Tuhan, atau sebagai wujud murka Tuhan, atau juga itu serangan dr kuasa gelap, dll. Lalu apakah gunanya hidup benar dan takut pada Tuhan? Ini tergantung perhitungan Tuhan terhadap hidup kita masing-masing, tiap orang akan menerima upah yg berbeda dr Tuhan sesuai dgn apa yg diperbuat tiap org.
Biasakan kritis dalam merenungkan firman Tuhan dalam bentuk khotbah atau renungan apapun, termasuk renungan ini, jgn menjadi bodoh dan tersesat karena penafsiran ayat yg asal saja.