Mengikuti Alurnya Tuhan

DI 13042023

Matius 15:27-28
Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Iman harus disertai perbuatan, tapi dalam ayat ini iman hrs disertai dg cara berpikir yg menyesuaikan dgn alur yg Tuhan ingin kita untuk mengikutinya.

Ibu ini seorg Siro Fenisia, bkn org Yahudi, ingin anaknya yg kerasukan itu dibebaskan dr roh jahat, kesempatan dtg saat Yesus ada di sekitar tempat itu. Awalnya Yesus tdk memperdulikan dia, namun karena ibu ini tetap dgn permintaannya, Yesus mulai utk berurusan dgn dia, cara-Nya berbeda kali ini yaitu dgn menguji cara berpikir ibu ini dgn menyinggung ttg statusnya sebagai org non Yahudi dan diilustrasikan seperti anjing, sementara org Israel diilustrasikan spt anak-anak. Kalau kita di posisi ibu itu, kita mgkin bs marah dan kecewa, manusia dikatai ‘anjing’, suatu penghinaan yg tidak patut diucapkan oleh seorg nabi terkenal di zaman itu spt Yesus. Tapi ibu ini sabar dan tdk marah, dia ikuti alur pikiran Yesus shga jawaban yg dia berikan itu berkenan di hadapan Tuhan dan dia menerima suatu mujizat bhw anaknya saat itu jg langsung disembuhkan dr jarak jauh.

Kita terbiasa terpaku dgn ajaran bhw iman hrs disertai dgn perbuatan, utk beberapa hal tentu ini memang tepat, tp perbuatan iman perlu ditopang dgn perkataan yg satu arah dg pikiran Tuhan. Banyak org beriman dgn cara yg ekstrim, pokoknya imani saja, doakan terus, puasa total, deklarasi ayat Alkitab, dsbnya, tanpa sadar itu mirip dgn cara org yg minta pertolongan pada kuasa gelap, dikasih syaratnya, dipenuhi, pasti nanti terima hasilnya. Nanti ketika semua cara yg katanya tindakan iman itu dipakai tp tdk menghasilkan apa-apa, Tuhan yang disalahkan. Tindakan iman itu bkn ritual, tp sesuatu yang memang lebih dulu Tuhan minta utk kita lakukan. Contoh kisah ibu dlm ayat ini mengingatkan kita bhw ikuti alurnya yg Tuhan mau, maka kita akan bs melihat hasilnya sesuai dgn yg diinginkan.

Berprofetik itu hrs seimbang antara iman, perbuatan dan perkataan, ditopang dengan dasar firman Tuhan yg benar, kalau tidak, itu akan menjd suatu ritual yg tidak akan pernah menghasilkan apa-apa.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.