DI 02052023
1 Korintus 14:20 ILT3
Hai saudara-saudaraku, janganlah menjadi kanak-kanak dalam pemikiran, sebaliknya jadilah bayi dalam kejahatan dan jadilah dewasa dalam pemikiran.
Dlm ayat ini rasul Paulus menggunakan satu jenjang kehidupan dari seorg manusia, mulai dr bayi, kanak-kanak, dan dewasa, pasti ada tujuan tertentu knpa digunakan hal ini.
Dlm hal pemikiran, jgn menjadi kanak-kanak, ini maknanya adalah kita jgn terus menerus maunya dimengerti, spt anak sekolah kalau buat salah ya dimaklumi, namanya jg masih sekolah, masih belajar. Belajar itu bagus, tp ada waktunya tdk perlu diajar lagi. Misalnya, anak kelas 4 SD, bukan saatnya lg masih hrs diajar lagi tentang bagaimana cara menulis dan membaca. Jadi ada sebuah tuntutan yg berkaitan dgn perkembangan pikiran kita di dlm hal mengerti tentang sesuatu. Ini spya kita bs menerima kepercayaan yg lebih dari yg sblumnya, mampu diuji dgn hal yg lebih kompleks dan memiliki cara berpikir sesuai dgn kebenaran firman Tuhan. Ibaratnya hrs naik kelas, masa di SD terus, itu memalukan namanya. Cara berpikir yg lebih maju dapat memudahkan kita utk memahami apa yang terjadi sekarang ini adalah proses Tuhan kah atau godaan kedagingan kita sendiri? Harus maju dlm cara berpikir.
Kemudian dipakai kata bayi, dlm kejahatan, kita hrs seperti bayi, tak berdaya, hrs terus di bawah pengawasan orgtua karena jgn jatuh karena nanti berbahaya bagi tubuh bayi yang masih lunak. Kita hrs mau diawasi, dipantau, digembalakan, ini yg menjd batas yg dengan ketatnya memperingatkan kita utk jgn keluar dr batas yg Tuhan buat. Bayi itu lemah, jadi kita hrs lemah dlm hal kejahatan, tdk punya banyak energi utk melakukan kejahatan, tdk pandai membungkus kejahatan dgn modus yg sangat rapi dan nyaris tanpa jejak. Yg hrs kita miliki adalah cara berpikir sbg orang yg sudah dewasa, org yg bs mempertanggung jwbkan perbuatan dan keputusan yg diambil dan tidak menyeret org lain masuk dlm satu masalah. Pengetahuan hrs terus di-update, dan pertajam cara pandang kita disesuaikan dgn kebenaran firman Tuhan. Org yg dewasa dlm pemikiran, kehadirannya membawa satu berkat tersendiri dan disukai bnyk org.
Jadilah bayi dlm kejahatan, miliki gembala & mentor yg dewasa rohani, terbuka utk kritik dan masukan dr org lain, jaga diri kita dr apa yg jahat.