Kita Harus Makin Besar

DI 06072023

Yohanes 3:30 ILT3
Seharusnyalah Dia bertambah-tambah dan aku menjadi berkurang.

Apakah Tuhan ingin umat-Nya bodoh dan tdk bs apa-apa? Hati-hati dgn pengajaran yg diwariskan oleh generasi di atas kita yg bisa membuat kita kehilangan kebenaran sejati.

Dlm terjemahan lain, ayat di atas berbunyi: Ia hrs makin besar, tp aku makin kecil, agaknya terdengar rohani, tp salah. Konteks kisah di ayat ini ttg tanggapan Yohanes Pembaptis mengenai perdebatan murid-murid Yohanes Pembaptis dgn seorg Yahudi ttg penyucian, maka pernyataan yang Yohanes Pembaptis berikan adalah dlm ayat yg kita baca, yaitu Yesus hrs semakin bertambah dan Yohanes Pembaptis hrs makin berkurang. Beda dgn pengajaran yg mengatakan ukurannya ialah besar dan kecil. Bertambah apanya? Orang yg dibaptis oleh Yesus dan para murid-Nya hrs makin bertambah jumlahnya karena bagi Yohanes Pembaptis, dirinya hanyalah suara di padang gurun yang membuka jalan bagi pelayanan Yesus, dan dirinya sadar, jumlah org yg dia baptis itu harus makin berkurang supaya mereka datang pd Yesus. Ini hal yg sebenarnya Yohanes Pembaptis maksudkan sbg tanggapan atas pernyataan muridnya.

Tuhan kita dahsyat, umat-Nya jg hrs dahsyat, ini yg terlihat dr para rasul setelah tidak ada lagi Yesus bersama mereka, membuat tanda dan mujizat, berani menginjil, dsbnya. Bukti nyata terlihat dr bertambahnya jumlah orang percaya saat itu, Petrus berkhotbah & 3000 bertobat, bukankah ini sesuatu yg dahsyat? Kalau Tuhan kita besar, kitapun hrs besar jg. Ungkapan yg sering kita dengar lainnya spt: sembunyikan hamba-Mu di belakang salib Yesus, ini kedengarannya rohani tp bablas. Salib Yesus sdh tdk ada, kalaupun maksud yg ingin disampaikan adalah bhw khotbah ttg dampak dr penyaliban Kristus menjadi pokok yg utama, bukan hasil penafsiran yg sifatnya pribadi, maka sebaiknya gunakan kalimat yg lain: biarlah Tuhan yg diberitakan bukan kebenaran hasil pikiran manusia. Hal yg diwariskan dr generasi sblumnya belum tentu benar dan tetap hrs diuji dgn Alkitab yg ditafsirkan dgn metode yg benar. Maksud yg baik tp menggunakan kalimat yg salah, bisa berakibat disalah mengerti oleh pendengar.

Memahami ayat dgn melepasnya dr konteks kisahnya adalah awal dr kekeliruan tafsir yg fatal, tak ada salahnya berdiskusi dgn orang yg memang memiliki hikmat Tuhan dlm hal menafsirkan ayat-ayat Alkitab.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.