DI 12082023
Mazmur 37:7-8 ILT3
Berdiam dirilah di hadapan YAHWEH dan teguhkanlah dirimu pada-Nya; jangan marah karena orang yang berhasil hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
Redakanlah amarahmu dan tinggalkanlah kemarahanmu; jangan marah sehingga melakukan kejahatan.
Kapan ya bisa mengalami hidup yg berhasil, sukses, kaya, dihormati banyak org? Kenapa org itu Tuhan biarkan sukses pdhal cara yg dia pakai itu cara yg curang dan jahat?
Pertanyaan spt itu pasti ada di sebagian org yg hidupnya begitu-begitu saja, katanya ikut Tuhan itu diberi kelimpahan, tp knpa yg ada justru berkekurangan? Katanya ikut Tuhan itu penuh damai sejahtera, knpa yabg ada itu malah kekuatiran dan ketakutan? Apa benar Tuhan itu pilih kasih? Yang benar bukan pilih kasih, tp adil, siapa yg paling lengkap dalam mentaati seluruh firman Tuhan, dialah yang akan didahulukan Tuhan utk menikmati apa yg Dia sediakan utk mereka yg hidup benar di hadapan Tuhan. Kalau kita belum dapat giliran menikmatinya, koreksi diri, mgkin ada yg belum kita taati dan lakukan dalam hidup kita. Org lain mgkin lebih dulu melakukan yg Tuhan perintahkan, tetapi kita masih dengan sengaja melambat-lambat utk taat, jd wajar kalau org lain lebih dulu sukses, kaya, makin bahagia, dsbnya. Kalau kita iri, berarti secara tdk langsung kita menghakimi Tuhan bahwa Dia sudah berlaku tdk adil.
Lalu bgmna dgn org fasik yang kelihatannya justru spt Tuhan ‘diamkan’ dan justru mereka makin terlihat menikmati hasil kecurangan?
Sebagian org mulai protes pd Tuhan, malah ada yg marah pd Tuhan: apa gunanya hidup kudus di hadapan Tuhan kalau hasilnya tdk lebih baik dr hidup org fasik? Ayat ini dengan jelas menasehati utk meredakan amarah, ya berhenti marah karena kalau dibiarkan, kita bisa terdorong utk berbuat yg jahat sehingga kita berdosa nantinya. Dikuasai amarah yang sangat tinggi membuat pikiran kita tdk dapat berpikir secara jernih, yg maju adalah emosi dan nafsu yg negatif, ujungnya kita mungkin bs murtad dari Tuhan, dan tenggelam dalam hidup cinta uang dan kefasikan, ujungnya yg terjd adalah berakhir pada maut, kebinasaan kekal. Redakan amarah, koreksi diri dan trs lakukan dan taat pd firman Tuhan, nanti tiba giliran kita utk diangkat tinggi oleh Tuhan, tp ingat utk tetap rendah hati dan berbagi dgn sesama yg membutuhkan.
Emosi yg meledak hanya menuntun kita pd kesalahan demi kesalahan, kuasai emosi & berpikir jernih, sabar menantikan giliran kita utk dimuliakan Tuhan.