DI 29082023
2 Raja-raja 4:6
Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: “Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,” tetapi jawabnya kepada ibunya: “Tidak ada lagi bejana.” Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
Sebenarnya mujizat Tuhan itu tanpa batas, tapi kalau ‘bejana’ utk menampung mujizat itu tdk ada lagi, mujizat itu akan berhenti. Ini bs kita lihat dari peristiwa mujizat dlm kisah ini.
Kenapa ada hidup sebagian org yg dulunya pernah mengalami mujizat dr Tuhan, tp kini rohaninya begitu kering? Dulu sewaktu baru mengalami mujizat, begitu bersemangat, bs terus bersaksi ttg kebaikan Tuhan pd semua org, bs menyemangati org yg letih lesu, tapi sekarang malah menjd org yang kehilangan ‘rasa’ kalau bicara ttg hal-hal yg rohani, doa pun sudah tidak lagi, ke gereja hanya untuk ‘setor muka’ saja. Ini terjadi karena tidak ada lagi ‘bejana’ yg dia sediakan utk mujizat dari Tuhan terjadi lagi dlm hidupnya. Tentu saja kita juga patut berpikir: mujizat itu biasanya terjd di saat kemampuan seseorg sebagai manusia sudah tdk sanggup lagi mengatasi masalah yg ada, apakah hrs sengaja masuk dlm situasi sulit supaya mujizat terjd? Bukan itu maksudnya, tp kita pun hrs sadar, ujian & kesulitan hidup bs terjd mendadak, di waktu yg tak terduga, maka kita hrs selalu memiliki ‘bejana’ sbg wadah jika nanti mujizat Tuhan Dia lakukan bagi kita.
Tuhan menyediakan mujizat-Nya bagi kita, tp kalau kita tdk punya ‘bejana’, mujizat itu tdk akan kita alami. Minyak hrs ditampung krna nantinya bs dijual dan membayar hutang, bs menghidupi keluarga untuk sekian waktu ke depan, maka kita jg perlu punya ‘bejana’, tapi apa ‘bejana’ itu sebenarnya? Ini bisa berupa potensi diri yg kita miliki, ini bs jg harta yang masih kita miliki, dsbnya. Jangan kehilangan iman kita, tapi kuatkanlah iman di saat yang sulit sekalipun, di saat org lain mencemooh kita, di saat sepertinya tdk ada lagi harapan dan semua terlihat gelap oleh mata. Batas kemampuan manusia berbeda-beda, jangan melihat org lain, fokuslah pd diri sendiri saat menghadapi situasi yg sulit karena sebagian besar masalah yg dihadapi, diri kita sendiri yg menjd penolongnya, Tuhan ingin kita jadi pribadi yg makin kuat sehingga bisa dengan efektif menguatkan org lain yg sedang dlm kelemahan.
Masih adakah ‘bejana’ utk menampung saat Tuhan akan melakukan mujizat-Nya? Tetap percaya sekalipun fakta dan realita ternyata berbeda dgn iman kita.