Di Mana Hatimu Berada?

DI 25112014

Matius 6:21 NKJV
For where your treasure is, there your heart will be also.

Karena di mana harta bendamu/harta terpendammu berada, di sana hatimu akan berada juga.

Sedikit berbeda terjemahan, ada tambahan kata ‘will = akan’ dlm ayat ini. Artinya bkn spt yg selama ini diajarkan bhw di mana harta kita berada (pasti) di situ jg hati kita berada.

Harta itu benda mati, tdk ada rohnya, bkn makhluk hidup, tapi harta benda punya ‘daya tarik’ spt magnet, begitu ‘nempel’ ya terus melekat, karena ada unsur besi dr benda yg ditarik oleh daya tarik magnet.

Tapi magnet tdk bs menarik benda yg terbuat dr plastik misalnya, itu karena plastik tdk memiliki unsur besi. Jadi ayat di atas sebenarnya bukan sebuah pernyataan, tapi sebuah peringatan bersyarat.

Coba periksa hati kita, apakah ada unsur ‘besi’ yaitu sesuatu yg bisa ditarik oleh harta benda, misalnya unsur keserakahan, cinta uang, pelit, tdk suka bersedekah, tdk suka menolong org lain dg harta, kegemaran konsumtif, semua hal diukur dg harta, dsbnya. Jika salah satunya ada dlm hati kita, maka hati kita akan menempel erat pd harta benda. Artinya hidup kita ditentukan oleh ‘situasi harta benda’ yg kita punya.

Dunia tdk lg malu-malu utk mengajar manusia utk mengejar kekayaan, dulu kemasannya ‘rohani’ sekali: bagaimana menjd sukses, skrg kemasannya transparan : bagaimana menjd kaya. Dan bnyk org Kristen termakan ajaran ini karena telah ditipu oleh para pengajar dunia: jadi religius tdk bakalan menjd kaya, pdhal di Alkitab jelas dicatat, org yg takut akan Tuhan dan tdk cinta uang justru adalah org kaya di zamannya.

Menjd budak itu tdk punya kuasa utk melawan, spt sebuah benda yg bs ditarik oleh magnet. Itulah para hamba uang, uang yg memerintah manusia, bkn sebaliknya. Kita semua butuh uang, tp hrs punya kemampuan utk mengendalikan harta yg kita punyai.

Jarak jg menjd penentu magnet bs menarik sebuah benda atau tdk. Harta utk menunjang hidup, bkn hidup utk harta.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.