Mata Menyehatkan Tubuh

DI 26112014

Matius 6:22-23 NKJV
“The lamp of the body is the eye. If therefore your eye is good, your whole body will be full of light.  But if your eye is bad, your whole body will be full of darkness. If therefore the light that is in you is darkness, how great is that darkness!

Pelita bagi tubuh adalah mata. Karenanya jika matamu baik, seluruh tubuhmu akan penuh cahaya. Tapi jika matamu itu jahat, seluruh tubuhmu akan penuh kegelapan. Karena itu jika cahaya yang di dalam kamu itu kegelapan, betapa besar kegelapan itu!

Tubuh kita punya ‘cahaya’, dan cahaya ini berasal dari mata kita. Apa itu cahaya tubuh?

Utk mengerti ini maka kita hrs perhatikan siapa yg memberikan pengajaran ini: Tuhan Yesus. Sewaktu menjd manusia, tetap punya keistimewaan dibandingkan manusia biasa, spt bisa melihat roh jahat yg merasuki seseorg dan bs mengetahui isi hati seseorg. Ini yg mgkin bs menjelaskan ttg pengajaran ini: org yg punya mata ‘baik’ dipandangan mata Yesus, tubuh org itu penuh cahaya.

Apa itu mata yg ‘baik’ dan mata yg ‘jahat’?

Mata itu indera utk melihat, apa yg kita lihat bs membawa kita dlm sebuah kondisi yg berbeda dr sblumnya. Contoh : sering melihat sesuatu bs kecanduan utk melihatnya terus, sinetron atau sekuel film yg kita suka bs menarik minat mata kita utk menikmatinya. Kalau yg kita trs lihat itu hal yg baik, tentu saja dampaknya positif, tapi jika yg kita lihat itu hal yg buruk, pasti dampaknya buruk jg.

Iklan rokok sdh jelas memperingatkan bhw rokok itu membunuh yg memakainya, tp krna mata si perokok ini melihat dan mengabaikannya, dia tetap saja merokok, dan suatu saat dia akan menanggung akibat dr merokok. Matanya tdk menyehatkan tubuhnya.

Terang biasanya menggambarkan hidup org percaya yg dikasihi Tuhan, gelap identik dg neraka. Mata kita jg menentukan akan membawa kita ke surga atau ke neraka. Dlm terang segala sesuatunya tdk ada yg tdk terlihat, dlm gelap kita tdk bs melihat apa-apa. Jaga matamu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.