Dihantui Rasa Bersalah

DI 27112014

1 Samuel 26:21
Lalu berkatalah Saul: “Aku telah berbuat dosa, pulanglah, anakku Daud, sebab aku tidak akan berbuat jahat lagi kepadamu, karena nyawaku pada hari ini berharga di matamu. Sesungguhnya, perbuatanku itu bodoh dan aku sesat sama sekali.”

Kematian Saul sangat menyedihkan Daud, memang Saul adalah ayah mertuanya sendiri, tapi jg org yg menginginkan kematiannya. Salah satu sebabnya adalah pengakuan Saul akan kesalahannya pd Daud sblum peristiwa perang yg menewaskan Saul terjd.

Banyak alasan mengapa org tdk mau mengakui kesalahannya, di antaranya adalah malu diketahui bnyk org, takut dimarahi, takut terkena hukuman, dsbnya, namun yg paling sering menjd alasan karena : tdk ada org lain yg tahu.

Cepat atau lambat kesalahan setiap org akan terungkap dan terbongkar, apakah itu oleh Tuhan atau org itu sndri yg mengakuinya. Tuhan bongkar spya nanti ketika meninggal, urusan kita dg sesama jadi ‘beres’, tdk ada ganjalan. Kesadaran utk mengakui kesalahan timbul karena sadar akan butuhnya sebuah pengampunan dr org lain.

Tdk mengakui kesalahan hanya akan menyiksa diri sndri, hati dan pikiran tdk tenang, berlanjut dg mulai dihantui ketakutan dan rasa bersalah, ujungnya bs berakibat stress berat hingga gangguan jiwa. Jadi ini bkn hal main-main.

Ada org yg gengsi mengakui kesalahan, tepatnya adalah tdk merasa bersalah. Dlm hati tahu kalau dia bersalah tp demi reputasi dan nama baik, mulut mengatakan hal yg sebaliknya dr apa yg terjd. Bahkan lebih parah lagi, dia menimpakan kesalahannya pd org lain. Sebelum terbongkar, dia menyebar cerita bhw org lainlah yg bersalah, dia tdk bersalah, ini krna dirinya dihantui rasa bersalah namun berusaha dilawan dg membenarkan dirinya sndri.

Mengakui kesalahan memang awalnya akan timbul rasa malu, komentar yg beragam hingga ‘penghakiman’ dr org lain, tapi efeknya baik utk kejiwaan kita. Bukankah kita semua bukan org yg sempurna, bs buat kesalahan kapan saja.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.