Dampak Ucapan Syukur

DI 27112014

I Korintus 14:16-17 NKJV
Otherwise, if you bless with the spirit, how will he who occupies the place of the uninformed say “Amen” at your giving of thanks, since he does not understand what you say? For you indeed give thanks well, but the other is not edified.

Sebaliknya, jika kamu memberkati dengan roh, bagaimana akan orang yang menempati tempat tidak diberitahu berkata: “Amin” terhadap pemberian syukurmu, sejak dia tidak mengerti apa yang kamu katakan? Karena kamu memang mengucap syukur dengan baik, tapi orang lain tidak diteguhkan.

Ayat ini ada dlm pembahasan mengenai ‘bahasa lidah’ dan di dlmnya ternyata ucapan syukur itu bisa berwujud dlm bahasa lidah yg digunakan seseorg, tentu saja ketika seseorg hidupnya dipimpin dan dipenuhi Roh Kudus.

Ucapan syukur punya dampak yg ternyata besar yaitu : meneguhkan org lain, tepatnya meneguhkan iman org lain. Bgmna caranya?

Apa yg telah kita alami, kemudian kita saksikan dan kita syukuri, mungkin saja sedang dialami oleh org lain, mgkin sedang 1/4 perjalanan atau 80% dr prosesnya, ketika mereka mendengar bhw ada org yg mengalami jg dan telah lolos dr situasi itu dan ternyata bisa, ini bs meningkatkan semangat dan meneguhkan imannya pd Tuhan. Kalau dia bisa, kita juga pny kesempatan utk bs melewatinya jg.

Bagi denominasi yg percaya bhw dlm bahasa lidah itu ada komunikasi antara kita dg Tuhan, seringkali dianjurkan utk sering berbahasa lidah krna diyakini bnyk manfaatnya utk menguatkan iman kita. Spt gelas yg dipenuhi hingga penuh air. Ucapan syukur dlm bahasa lidah hanya menguatkan iman org itu saja, org lain tdk mengerti arti yg diucapkan.

Spya dampaknya ‘luar-dalam’, sebaiknya berikan kesaksian apa yg dimengerti ketika tadi berbahasa lidah. Mgkin Tuhan berpesan sesuatu, pesan ini bs meneguhkan org lain yg ketika berdoa jg mendpt hal yg sama dr Tuhan.

Mengucap syukur bkn hanya saat terima berkat dr Tuhan, tp jg ketika berdoa, bersyukur utk kebaikan Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.