DI 16102023
Pengkhotbah 7:29 ILT3
Lihatlah, hanya ini yang telah aku temukan, bahwa Elohim telah membuat manusia jujur, tetapi mereka telah mencari banyak dalih.
Membaca ayat ini mengingatkan kita bhw dr semula, Tuhan menciptakan manusia itu dpt berkata jujur, tetapi utk mau jujur atau tidak, pilihan ada di tangan si manusia itu sendiri.
Utk berkata jujur, memang perlu satu tekad & keberanian, karena kalau berkata jujur, orang bs terkena hukuman akibat dr kesalahan yg dia perbuat, bisa dipermalukan di dpn umum dan masih bnyk lagi alasan lainnya. Di masa sekarang ini, masihkah ada org yg jujur? Kita pasti punya jawaban yg mgkin sama: hampir tidak ada, atau mgkin 1:1000 misalnya. Yang ada adalah: kadang jujur, kadang tidak, lebih banyak tidak jujurnya. Ini realita yg ada, kita harus sadari itu sepenuhnya. Jgn kita terlalu melihat org lain yg masih sering tdk jujur, tp koreksi diri, evaluasi diri, mampukah kita utk bs jujur dlm setiap situasi yg kita hadapi? Yg lebih banyak: jujurnya atau tdk jujurnya? Apa kita berani mempertanggung jawabkan yang kita perbuat dgn berkata jujur dan menerima akibat dr perbuatan kita? Ingatlah bhw dlm dunia ini kita bs mendustai siapapun, tp tdk kepada Tuhan! Dia tahu semuanya melebihi kehebatan teknologi apapun yg bs manusia ciptakan.
Ada org yg tdk jujur demi sebuah gengsi, ini tentu sesuatu yg tdk patut utk kita tiru. Org spt ini tentu pernah mengalami perlakuan yg buruk dr org lain atau lingkungannya. Tanda org yg tdk bersyukur adalah bhw dia bohong ttg keadaannya, misalnya demi diterima oleh suatu kelompok, dia berbohong ttg identitas dan status sosialnya. Satu kebohongan akan ditutupi oleh kebohongan seterusnya, hal yg tdk disadarinya adalah Tuhan bs sengaja utk membongkar kebohongannya. Di sisi yg lain, org umumnya masih menyukai org yg jujur, masih ada org yg mau menerima kejujuran seseorg setelah ketahuan sebelumnya telah berbohong. Tuhan pun menunggu kejujuran kita, Dia menghargai sebuah pertobatan dan bagi org yg dikasihi-Nya, Dia memberikan jln keluar dr situasi yg org itu hadapi. Kejujuran Daud bhw dia telah berdosa pd Tuhan dalam kasus Batsyeba dan Uria, dihargai Tuhan tp tetap ada hukuman yg hrs dijalankan.
Lebih baik menerima hukuman di bumi drpd dihukum dlm kekekalan. Saat hidup di dunia ini, Tuhan masih sediakan pengampunan utk mereka yg jujur mengakui dosanya.