Harus Adil

DI 29112014

Yohanes 8:9 NKJV
Then those who heard it,  being convicted by their conscience, went out one by one, beginning with the oldest even to the last. And Jesus was left alone, and the woman standing in the midst.

Kemudian mereka yang mendengar itu, menjadi dihukum oleh hati nurani mereka, pergi satu per satu, mulai dari yang tertua hingga yang terakhir. Dan Yesus ditinggal pergi sendirian, dan si perempuan berdiri di tengah.

Terjemahan Indonesia ‘menghilangkan’ kalimat penting dlm ayat ini. Saya anjurkan jika ingin memahami kisah ini, baca dr versi terjemahan lainnya.

Yesus sdg mengajar, dibawalah kepadanya seorg perempuan yg kedapatan berzinah oleh para ahli Taurat dan org Farisi. Mrka minta Yesus berbuat sesuatu terhadap perempuan ini. Namun Yesus membungkukkan badan dan menulis di tanah spt tdk mendengar yg mrka katakan, setelah didesak trs, Yesus mengeluarkan sebuah jawaban: “Siapa yang tidak berdosa di antara kalian, biarlah dia yg pertama kali merajam perempuan ini dengan batu.” Lalu Yesus kembali membungkukkan badan dan menulis di tanah.

Jadi 2 kali Yesus membungkukkan badan dan 2 kali menulis di tanah. Apa yg Yesus tulis? Bnyk tafsiran, tp krna tdk dijelaskan di Alkitab, saya pilih tdk menafsirkan apa-apa, tdk tahu apa yg Yesus tulis di tanah.

Bukan tulisan Yesus yg membuat mrka satu per satu pergi dr situ, tp apa yg Yesus katakan telah menjd ‘hakim’ bagi hati nurani mrka sndri, akhirnya semua org, termasuk yg awalnya ada di sana mendengar pengajaran Yesus jg pergi meninggaljan Yesus seorg diri dan hanya tinggal si perempuan itu saja.

Mereka ingin Yesus ‘setuju’ dg tindakan mrka. Dlm hal ini, mrka tdk salah krna taat hukum Taurat, tp yg salah adalah mrka ‘lupa’ bhw kalau mrka minta Yesus ikut merajam perempuan itu, Yesus jg hrs ‘adil’, semua org di tempat itu hrs diadili dosanya jg. Ini yg membuat satu per satu pergi dr situ.

Menunjuk dosa org lain, konsekuensinya siap membuka diri ‘diadili’ dosa sndri jg.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.