DI 01122014
Lukas 21:13 KJV
And it shall turn to you for a testimony.
Dan itu akan berbalik kepadamu untuk sebuah kesaksian.
Yesus menjelaskan pd saatnya nanti para rasul akan ditangkap krna mengajar ttg apa yg Yesus ajarkan, ditangkap kemudian diadili krna nama Yesus. Itulah kesempatan bagi mereka untuk bersaksi.
Tujuan dr sebuah kesaksian adalah menyatakan ttg apa yg sebenarnya. Bersaksi ttg Tuhan berarti menceritakan apa yg benar tentang Tuhan kpd org lain. Namun bgmna mgkin kita bs bersaksi kalau kita sndri tdk mengalami Tuhan secara pribadi?
Bnyk yg salah mengerti ttg beda antara meng-Injil dg bersaksi ttg Tuhan. Ini 2 hal yg sebenarnya berbeda. Krna salah mengerti, bnyk org ‘takut’ bersaksi krna mengira bersaksi itu memberitakan Injil sdgkan mrka sndri menganggap dirinya masih minim pengetahuan ttg Injil dan Alkitab.
Meng-Injil itu memberitakan kabar sukacita, bkn hanya ttg Yesus adalah Juruselamat dunia, tp jg ttg sukacita hidup dlm keselamatan yg Tuhan berikan pd org yg mau percaya. Sumbernya dr Alkitab. Lalu apakah kita hidup pd zaman Alkitab? Tentu saja tdk, jd sumber peng-Injilan berasal dr kesaksian tertulis yg tercatat dlm Alkitab.
Seorg saksi itu hrs melihat sendiri, mendengar sendiri dan mengalami sendiri peristiwa yg akan disaksikan. Jd sebenarnya bersaksi itu menceritakan apa yg Tuhan kerjakan melalui peristiwa yg kita alami sndri. Misalnya Tuhan menyembuhkan sakit kita, membuka ‘jalan’ shga kita bs keluar dr masalah, dsbnya.
Akan ada waktunya dan giliran bagi kita utk bersaksi. Bersaksi ya bercerita, sesederhana itu sbnarnya. Tdk perlu penguasaan Alkitab, hanya perlu mengingat detail proses peristiwa demi peristiwa yg terjd. Jd tdk ada alasan bagi kita utk tdk bs bersaksi. Malu bersaksi berarti tdk mau memuliakan nama Tuhan.
Lewat kesaksian kita, org lain bs lebih diteguhkan imannya pd Tuhan, org lain bs pny pengharapan lagi saat mrka putus harapan, dsbnya. Berkati dg kesaksian kita.