DI 08012015
Amsal 20:6 NKJV
Most men will proclaim each his own goodness, But who can find a faithful man?
Banyak orang akan menyatakan masing-masing kebaikannya sendiri, tapi siapa yang dapat menemukan seorang yang setia?
Orang yang baik mudah ditemukan di mana saja, tapi menemukan orang yang setia itu sulit. Mengapa? Karena kesetiaan perlu ujian dan diuji oleh waktu.
Kasus perceraian suami isteri bkn hanya dominan oleh pasangan muda, tapi justru di usia senja mereka setelah puluhan tahun menikah, ada saja yang bercerai. Apakah bisa dikatakan mereka setia satu sama lain? Tentu jawabannya tidak, walaupun mereka ‘setia’ puluhan tahun sebelumnya. Jgn cuma berharap pernikahan kita sampai kakek-nenek, karena ternyata yang sudah kakek-kakek dan nenek-nenekpun ada yg bercerai.
Jd apa tolak ukur sebuah kesetiaan? Mgkin kita tdk menyukai jawabannya, tp inilah tolak ukur kesetiaan : sampai akhir, apakah akhir hidup atau akhir sebuah masa kerja, dsbnya.
Kesetiaan akan selalu mendpt ujian utk membuktikan apakah masih terus setia atau berubah setia/tidak setia lagi. Dlm rumah tangga misalnya, isteri diuji saat suami mengalami hal-hal yg membuat keuangan terganggu, saat kaya setia, saat sederhana, masih setia? Ada yg setia, ada jg yg tdk setia. Dlm dunia kerja, mgkin 1 atau 2 kali bs menolak kesempatan utk korupsi, tapi saat ke-3 kali, blm tentu bs tahan tdk korupsi.
Manusia rentan utk berubah sesuai keadaan yg terjd, kalau punya karakter kuat, bisa tetap memegang prinsip yg benar, tp kalau iman sedang lemah, prinsip tinggal prinsip, ada kesempatan dan tdk ada org yg tahu, lakukan saja, lupa bhw mata Tuhan melihat yg dia perbuat.
Ada ujian dan diuji oleh waktu, kesetiaan menjd sesuatu yg sulit ditemui dlm diri seseorg. Apa yg bs kita lakukan? Bantulah org lain utk bisa terus setia. Jgn sungkan memberi teguran dan nasehat walaupun hubungan baik kita jadi taruhannya. Saling mengingatkan utk setia. Setia sampai akhir.