Berdosa di Saat Nyaman

DI 07012025

Daniel 4:4-5
Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku;
lalu aku mendapat mimpi yang mengejutkan aku, dan khayalanku di tempat tidurku serta penglihatan-penglihatan yang kulihat menggelisahkan aku.

Tidak salah atau bukan suatu dosa jika kita ada dlm keadaan nyaman, namun waspada jangan sampai kita berdosa karena apa yang jadi pencapaian tinggi kita.

Bangsa Israel ditaklukkan Babel, raja Babel, Nebukadnezar merasa sangat tinggi apa yg jadi pencapaiannya, hingga dlm hati timbul kesombongan yg akhirnya membuat Tuhan perlu utk menghukum dia. Tujuan-Nya jelas yaitu menyadarkan raja Nebukadnezar bhw semua itu karena seizin Tuhan dan diberikan oleh Tuhan. Bahaya dlm kondisi nyaman itu adalah kesombongan dan merasa berkuasa melebihi Tuhan. Banyak org di posisi tinggi berpikir bhw harta adalah segalanya, punya banyak harta berarti hidup terjamin, punya kekuasaan berarti boleh saja menindas yang lemah, tidak boleh dibuat kecewa, dsbnya. Di dlm kondisi spt ini, seseorg merasa lebih dr Tuhan, lebih hebat, lebih berkuasa, dsbnya. Tdk semua org bs berelasi dgn dirinya, mulai menempatkan standart tertinggi bagi dirinya dan melihat org lain hanya ‘sebelah mata’, di pikirannya hanyalah bersenang-senang dan tdk peduli dgn kesusahan org lain, egois dan arogan pd akhirnya.

Menikmati kenyamanan itu baik, Tuhan juga ingin kita memiliki dan menikmati yg terbaik yg ada di dunia ini. Tapi kalau semua apa yg fana di dunia ini tdk kita kendalikan, mereka yg akan mengendalikan kita, jadi budak uang dan budak nafsu, berpikir tdk perlu Tuhan di dlm hidupnya, mengandalkan kekuasaan yg besar, gila hormat dan pujian. Ketika semua yg dimilikinya itu Tuhan ambil, keadaan yang sangat memalukan dan tragis mulai terjadi secara beruntun. Raja Nebukadnezar hidup spt binatang, hingga dia mengakui bahwa yg dia punya itu berasal dr Tuhan. Dulu dengan berani melawan Tuhan, menantang Tuhan, tp kemudian dia mulai sadar dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita yg sdh diberikan contoh nyata tp masih ‘jatuh’ juga, itu suatu kebodohan yg disengaja. Kalau kita ada dlm posisi nyaman, tetap rendahkan diri, jangan angkuh, karena Tuhan benci kesombongan dan Dia akan merendahkan.

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu (Yesaya 2:21).

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.