Akibat Tegar Tengkuk

DI 13012015

Amsal 29:1 NKJV
He who is often rebuked, and hardens his neck, Will suddenly be destroyed, and that without remedy.

Orang yang sering ditegur, dan menegarkan tengkuknya, akan tiba-tiba dihancurkan, dan itu tanpa perbaikan.

Kata ‘remedy’ bisa diartikan 3 hal yaitu memperbaiki, menyembuhkan dan menolong. Sesuatu yg tdk bisa lg diperbaiki, tdk bs lg disembuhkan dan tdk bs lg ditolong hanya menunggu waktu utk kehancuran, kematian dan kesia-siaan.

Ditegur itu memang tdk enak, apalg krna memang kita berbuat kesalahan fatal, dimarahi hingga mendpt peringatan keras, dibalik itu kita hrs mengerti ada harapan besar agar kita jgn mengulanginya kembali, dan diberi kesempatan utk menanggulangi akibat dr kesalahan yg kita buat.

Biasanya dlm bekerja dikenal dg ‘surat peringatan’ atau SP yg terdiri dr SP 1 hingga SP 3, jika tdk menghiraukan SP 3 maka biasanya dipecat dg tdk hormat. Kehilangan pekerjaan, nama baik jd rusak dan mendpt rekomendasi yg buruk. Kepercayaan yg ‘luntur’ akan sangat sulit dipulihkan kecuali kita menunjukkan perubahan yg positif.

Ayat ini mengajar kita utk tdk mengabaikan teguran karena efeknya ternyata mengerikan yaitu kehancuran hidup, bkn sekedar hancur tapi tdk bisa diapa-apakan lagi. Teguran sesungguhnya adalah kesempatan utk dipulihkan, kesempatan utk memperbaiki diri dan meraih kembali kepercayaan yg hilang. Jgn benci pd org yg menegur kita malah kita hrs berterimakasih utk koreksi dan nasehat mereka, telinga boleh jd ‘panas’ tapi otak dan hati hrs tetap ‘sejuk’ sehingga kita tdk marah ketika ditegur dan bs menerima teguran sbg sebuah evaluasi diri.

Tdk ada manusia yg luput berbuat salah, tp jika trs berbuat kesalahan yg sama berulang-ulang, ini namanya tegar tengkuk, org yg tdk bisa ‘dibilangin’ dan hidup semau dirinya sendiri. Jgn menjd org yg ‘dablek dan bloon’ krna teguran jika kita terima dg rendah hari akan membuat kita bs lebih bijaksana dan tdk bertindak ceroboh di masa depan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.