DI 03102025
Kisah Para Rasul 15:31
Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.
Latar belakang ayat ini adalah jawaban yg diberikan para rasul kepada jemaat Tuhan di Anthiokhia, mengenai aturan dasar ttg hidup seorg Kristen yg berasal dr mereka yg non Yahudi.
Jadi di zaman itu timbul suatu pengajaran yg meresahkan: “Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 15:1). Jadi Paulus dan Barnabas pergi utk menemui para rasul meminta keputusan mengenai hal itu. Keputusan ini berisi ttg aturan dasar bagi mereka yg non Yahudi tetapi percaya pd Injil Kristus. Kericuhan memang hrs diselesaikan, jika tdk timbul suatu bidat atau golongan liar yg dengan sembarangan memaksakan sesuatu yang tdk sesuai dgn kebenaran firman Tuhan yg ada. Zaman itu belum ada Alkitab spt saat ini, jd keputusan para rasul dianggap suatu keputusan yg selevel dgn suara Tuhan.
Ini menyadarkan kita bhw kita non Yahudi yg percaya pd Kristus, tdk hidup di bawah hukum Taurat, spt para Yudaism, tapi dgn menghormati mereka yg Kristen berasal dr org Yahudi, dlm hal ini berkenaan dengan hukum sunat yg berlaku utk mereka. Inilah alasan mengapa Alkitab tetap terdiri dari kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Apa yg baik dlm PL, boleh dilakukan, tetapi bukan karena mentaati Taurat, karna melakukan hukum Taurat itu tdk boleh ada satu aturanpun yang luput, tdk boleh hanya sebagian yg dilakukan. Surat-surat Paulus jelas memberikan pemahaman mengapa sbg org Kristen tdk tunduk pd Taurat. Hal ini tentu perlu penjelasan mendetail, tetapi pd intinya, keputusan para rasul mengenai aturan dasar yg berlaku utk org Kristen non Yahudi, membuat jemaat bersukacita.
Hidup dlm aturan yg Tuhan tetapkan, ini yg membuat kita akan memiliki kebahagiaan dlm hidup kita, taatilah atas dasar kasih pd Tuhan dgn segenap hati.