Pikiran Sia-Sia

DI 06102025

Efesus 4:17 ILT3
Selanjutnya, aku mengatakan dan menegaskan hal ini di dalam Tuhan: Janganlah lagi kamu hidup sebagaimana pula bangsa-bangsa lain hidup dalam kesia-siaan pikiran mereka,

Mengapa kitab hukum Taurat diturunkan pd bangsa Israel setelah keluar dari Mesir? Itu supaya bangsa Israel memiliki tuntunan yg jelas bagaimana seharusnya mereka itu harus hidup.

Sebelum keluar dr Mesir, bangsa Israel di zaman Musa itu hidup mengikuti aturan & budaya bangsa Mesir, karena mereka ada dlm perbudakan di sana. Sbg bangsa yang dibebaskan Tuhan, maka Tuhan mengutus Musa bukan sekedar membawa keluar dari Mesir, tetapi jg sekaligus menjadi seorang yg menerima dan mengajarkan Taurat pd bangsa Israel. Dlm PB, keinginan Tuhan jg tetap sa ma utk kehidupan org Kristen, Dia ingin kita berbeda, tdk hidup mengikuti yg bangsa-bangsa lain hidupi, dlm pengertian bhw di luar org percaya, mereka hidup itu dlm kesia-siaan pikiran mereka. Pikiran yg sia-sia, apa maknanya? Sesuatu yg sia-sia itu dilakukan tp tak ada gunanya, hasilnya tdk sesuai yg diharapkan, sumber dayanya terbuang percuma, pikiran yang sia-sia itu membuat hidup seseorg tdk ada artinya.

Pertama, manusia butuh jaminan utk bisa selamat dlm arti hidup dalam kekekalan di surga. Kepastian ini hanya ada dlm Tuhan: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dlm Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Percaya pd Tuhan Yesus pasti tdk sia-sia karena punya jaminan yg pasti utk diselamatkan. Kedua, manusia butuh kuasa supranatural dalam hidupnya, hal ini kita dapati pd kuasa Tuhan yg tdk terbatas dan sanggup melakukan yg mustahil. Yang disembah org di luar Tuhan Yesus, kuasa yg dimilikinya terbatas. Ketiga, hidup mrnjd berarti karena Tuhan itu nyata, tdk seperti ilah-ilah lain, hubungan dgn Tuhan bukan 1 ritual, tetapi komunikasi 2 arah.

Kita memiliki arti kehidupan yg benar saat kita tetap dlm kepercayaan pd Tuhan yang benar yaitu Yesus Kristus, hidup kita tidak menjd sia-sia.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.