DI 08102025
Daniel 4:34
Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.
Salah satu yg disombongkan manusia itu ialah prestasi dan kehebatannya, semua ini dianggap sbg pencapaian pribadi yg tanpa campur tangan pihak lainnya.
Kata akal budi dlm ayat ini bahasa aslinya itu manda‛ yg berarti hikmat, kepandaian, alasan pengertian dan pengetahuan. Orang yg kehilangan 4 unsur ini bs dikatakan sbg org yg ‘tak berotak’, lebih parah drpd orang bodoh. Org sombong kehilangan daya utk memahami bhw semua pencapaiannya itu mustahil adalah hasil kehebatannya sndri. Siapa yg memberi nafas kehidupan shga bs beraktifitas? Siapa yg menolong dalam hal-hal yg sederhana? Kalau Tuhan bilang hidup kita berakhir detik ini, sanggupkah kita utk melawannya? Bangga dgn prestasi itu wajar, tp akuilah bhw itu bukan hasil dr kehebatan pribadi, ada peran pihak-pihak lain walaupun kecil peranannya, tetapi jika tanpa mereka, semuanya tdk jd sempurna. Org berpengertian akan berbagi sukacita dgn org-org di sekelilingnya ketika sukses dlm melakukan sesuatu hal.
Orang sombong berani mengakui tdk ada peranan Tuhan dlm pencapaian yg diraih sampai hari ini. Lebih parah lagi ketika org sombong membandingkan kemuliaan yang dimilikinya dgn kemuliaan yg Tuhan miliki. Menyetarakan diri dg Tuhan, inilah puncak keangkuhan tertinggi yg manusia lakukan. Tdk mungkin ciptaan melampaui Pencipta, bahkan iblis jatuh ketika dia menyamakan dirinya dgn Tuhan, keangkuhan inilah yang jg dimiliki oleh pikiran manusia. Ketika org menjd sombong, kemampuan untuk dapat mengerti sesuatu itu hilang dari otak atau pikirannya, inilah yg terjd pd Nebukadnezar, pengertiannya hilang dan hidup spt hewan liar. Ketika dia mengakui Tuhan, pengertian itu Tuhan kembalikan padanya. Kadang org perlu dipermalukan dulu baru mau sadar dr kesombongannya.
Jgn sombong dgn pencapaian kita, jikalau Tuhan marah, kita bs mengalami hal yang terburuk dlm hidup kita, bertobat jika kita sombong hari ini, masih ada kesempatan.