DI 17112025
Matius 7:11
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Tuhan itu Mahatahu, tahu yg kita mau, tapi kenapa kita diajar utk meminta? Harusnya Tuhan sediakan dan tak perlu kita meminta tapi pasti ada alasan utk itu.
Yg memiliki anak pasti paham, ada waktu sbg orgtua, kita yg memanggil mereka utk makan, tp ada waktu jg mereka meminta utk makan, karena lapar. Sdh kewajiban dr orgtua utk menyediakan makanan keluarga dan tak perlu diingatkan setiap hari. Minta itu hrs berkata, baik lisan maupun tulisan, inilah suatu komunikasi, interaksi beberapa pihak utk menikmati kebersamaan, jd ada alasan mengapa Tuhan mengajar kita utk meminta sesuatu dan akan Dia berikan, Dia ingin trs ada komunikasi dgn kita, setiap hr setiap saat, kita hrs menunjukkan sesuatu yaitu membutuhkan Tuhan dlm hidup kita. Apakah kita sdh membangun komunikasi yg baik dgn Tuhan setiap hari? Berdoa dan memuji menyembah Tuhan, inilah hal yang kita pakai sbg komunikasi sehari-hari dgn Tuhan kita.
Tapi perlu diperhatikan jg, dlm ayat ini dgn jelas dikatakan bhw Tuhan hanya memberi apa yg baik menurut pandangan-Nya. Ada suatu kriteria yg berbeda ttg kriteria suatu yg baik menurut kita dan menurut Tuhan. Apalagi kalau yg kita minta itu ada suatu niat terselubung misalnya, spt sbg balas dendam, mengutuki, dsbnya. Jd batasan inilah yg diterapkan Tuhan ketika kita ingin yang kita minta itu pasti dikabulkan Tuhan, hrs apa yg murni baik, tdk boleh egois dan utk melampiaskan nafsu dan amarah. Bila kita memahami ini, maka pasti kita dengan teliti menyaring hal apa yg ingin kita minta pd Tuhan dan pasti diberikan, pikirkan dulu sblum meminta, jgn sampai permintaan ini menjd sebuah dosa besar, pertimbangkan dgn hikmat dan ketulusan hati, maka yang terjd adalah kita bersukacita karena Tuhan mengabulkannya.
Mintalah apa yg baik sesuai kriteria Tuhan, jgn utk ambisi meluapkan emosi semata, mintalah dgn kerendahan hati, jgn ‘galak’ apalagi mengancam Tuhan.