DI 22112025
Ayub 1:5
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
Siapakah Ayub ini? Berdasarkan informasi yg kita dapati dr kitab Ayub, dia tinggal di tanah Us, yg kemudian disebut Edom, jadi Ayub bukanlah keturunan Abraham dan jg bukan org Israel.
Yg menarik dari ayat di atas, Ayub tahu ttg mempersembahkan korban, sesuatu yang tidak biasa bagi org di luar bangsa Israel. Ayub diperkirakan berumur mgkin hampir 200 tahun: “Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat” (Ayub 42:16). Umurnya bisa kita bandingkan dgn umur Abraham: “Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun (Kejadian 25:7). Jadi diperkirakan Ayub hidup dalam zaman Abraham hidup atau bahkan mgkin sebelum Abraham karena manusia zaman itu berumur lebih dr 150 thn (± 2000 SM). Darimana Ayub tahu ttg Tuhan sedangkan waktu itu belum ada Yudaism? Kita tidak bs tahu pasti apa yg terjd, namun di mata Tuhan, Ayub punya tempat khusus dalam hal kesalehannya.
Proses mencari dan menemukan Tuhan, ini yg Ayub telah lewati dlm hidupnya. Secara ekonomi, dia sangat diberkati, hatinya tidak melekat pd hartanya, sekalipun semuanya dlm sekejap lenyap, dia tdk menyalahkan Tuhan. Dia tahu ttg hal mempersembahkan korban karena dia kuatir anak-anaknya itu bersalah pd Tuhan ketika mereka berpesta. Sepertinya Ayub mengalami mirip seperti yg Abraham alami yaitu dipilih dan dituntun Tuhan secara pribadi utk hidup berkenan di hadapan Tuhan. Imannya diuji, memang di dalam ujian ini, ada bbrpa hal yang kurang baik spt dia menyesali kelahirannya, tetapi pd akhirnya dia mengakui bhw mengenal Tuhan hanya dr apa kata org, dan saat dia diuji inilah, dia melihat Tuhan, bertemu dgn Tuhan langsung (Ayub 42:5). Ujian selesai dan Tuhan memberkati Ayub 2 kali lipat dr sebelumnya dan diberikan keturunan.
Mengenal Tuhan itu hrs secara langsung, bukan hanya melalui Alkitab, kesaksian org lain, ataupun khotbah, cari Tuhan sampai kita bertemu dengan Dia.