Belum Seberapa Melawan

DI 22012026

Ibrani 12:2, 4 ILT3
sambil memandang kepada YESHUA, Penguasa dan penyempurna iman, yang dengan mengabaikan aib ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya, Dia tabah memikul salib; maka Dia telah duduk di sebelah kanan takhta Elohim.
Ketika bergumul dengan dosa, kamu belum melawannya sampai tetesan darah.

Peristiwa Yesus memikul salib disebutkan dlm ayat ini dihubungkan dgn pergumulan kita melawan dosa, yg kita gumulkan tidak seberapa dibandingkan apa yg Yesus telah nyatakan saat Dia memikul salib.

Penderitaan Yesus saat proses menuju & saat disalibkan, tentu sangat berat, semua Dia tanggung dgn tabah, karena Dia tidak ingin apa yg Bapa perintahkan itu menjadi gagal. Peristiwa mencucurkan darah bisa kita lihat dimulai sejak pergumulan Yesus di Taman Getsemani, di mana Dia sangat paham beratnya apa yg akan terjadi nanti, ayat ini: “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44) Tingkat pergumulan yg sangat tdk biasa, tapi demi misi penyelamatan manusia, Yesus tabah menghadapinya. Pergumulan kita melawan dosa belumlah sampai yg terjd pada Yesus di dlm kisah ini, kita terkadang hanya bisa bertahan sebentar dan akhirnya mengakui ‘kehebatan’ daya tarik dan kuasa dosa yg akhirnya membuat kita toleran mengikuti kemauannya.

Pertanyaan bagi kita: seserius apa niat kita utk melawan keinginan dosa? Sebagian dr org pd umumnya berpikir logika: manusia bukan Tuhan, masih berdosa, wajarlah jika masih kadang berbuat dosa. Pikiran yg spt ini pasti melemahkan kekuatan seseorg di saat menghadapi godaan berbuat dosa, ini ditambah lagi kalau tdk ada orang lain yg melihat, aman, lebih bahaya lagi jika dosa itu dlm wujud pikiran dan niat jahat, tidak ada org yg sanggup mengetahui isi pikiran kita. Ada org yg bahkan tdk malu ketika yg dia lakukan sbg dosa itu ketahuan, berkilah bhw dia khilaf sesaat, terbawa emosi, juga berkata bhw dia tdk sengaja berbuat dosa. Benarkah ada dosa yg tdk disengaja? Hal ini jelas hanya alasan yg dicari-cari untuk membenarkan diri sndri dan menghindari hukuman yg seharusnya dia terima.

Lawanlah dosa dimulai dari memadamkan keinginan berbuat dosa, seriuslah di saat bergumul melawannya, jgn toleran apalagi menyerah begitu saja.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.