Pemuridan Yang Salah

DI 05022026

Matius 23:15 ILT3
Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai orang-orang munafik, karena kamu menjelajah lautan dan daratan untuk membuat satu orang proselit, dan ketika dia sudah jadi, kamu membuatnya sebagai anak neraka yang dua kali lipat daripada kamu.

Tentu kita gembira saat ada org yg dahulu tdk kenal Tuhan dan skrg bertobat menjadi seorg Kristen, tp kegembiraan itu bukan yg utama.

Para ahli Taurat sangat bersemangat untuk menarik org luar masuk dlm Yudaisme, di dlm ayat ini disebut sampai menjelajah laut dan daratan demi membuat seseorg menjd proselit atau masuk agama Yudaisme. Wkt itu memang blm ada gereja, namun antara pengikut Yesus dan penganut Yudaism ini pny perbedaan, seringkali pengikut Yesus dianggap sbg bidat. Kalau zaman sekarang spt para misionaris yg militan. Namun dlm tahap selanjutnya, mereka merekrut orang itu bukan mengarahkan untuk membangun hubungan dgn Tuhan (YHWH), tapi menjadi murid mereka yg level ‘keparahan’ rohani 2 kali lipat dr para ahli Taurat itu sendiri. Dlm pandangan Yesus, disebut ‘anak neraka’, di kategorikan sangat negatif. Hati-hati untuk para petobat baru, jgn sampai salah masuk komunitas yg rohani sekalipun.

Menjadi seorg Kristen harusnya dididik utk punya hubungan yg baik dgn Tuhan, Tuhan yang jadi ‘model’ ideal, bukan mentor, ketua komsel bahkan para hamba Tuhan.Jangan tersihir dgn pesona seseorg, karna mereka tetaplah manusia, punya kelemahan dan jg kekurangan, bs berbuat salah dan bs jatuh dlm dosa yg memalukan. Ikuti teladannya, tp jgn sampai figur mereka disetarakan dg Tuhan, kita org Kristen ini pengikut Yesus, bukan pengikut pendeta atau siapapun. Jd pembinaan rohaninya hrs mengarah pada Tuhan, serupa dgn Kristus, bkn serupa dgn hamba Tuhannya. Ikuti teladannya tapi jgn ikuti dosanya mereka, jgn sampai kita jadi ‘anak neraka’ spt yg Yesus katakan di dlm ayat ini, jgn mengidolakan hamba Tuhan secara berlebihan, kagum boleh tapi bukan utk ditiru mentah-mentah.

Arahkan para petobat baru utk mengenal Tuhan secara pribadi, mengalami Tuhan di dlm hidup mereka, kita hanya pembimbing tapi bukan Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.