Kehendak Tuhan

DI 12022026

Yohanes 9:1, 6
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi

Tdk dicatat org buta ini bicara minta Yesus untuk menyembuhkan matanya, tapi Yesus sendiri yg berkehendak membuat dia bisa melihat kembali.

Org ini buta bukan karena dosa, tapi dialah yg terpilih utk kuasa Tuhan dinyatakan dgn penyembuhan yg Yesus lakukan. Tdk salah pd zaman itu mengaitkan kecacatan tubuh sbg akibat dosa yg dilakukan, baik dosa yg dilakukan orgtua maupun dirinya sndri. Di sini kita belajar bhw pengaruh dosa itu bisa mempengaruhi fisik kita, ilmu kedokteran jg mendukung hal ini, misalnya org yg suka dan sering minum minuman beralkohol, dia lambat laun bs mengalami gangguan pada penglihatannya hingga bs berakibat menjd tdk bs melihat lagi. Jangankan dosa, stres bs membuat fisik seseorg menjadi rentan menurun imun tubuhnya. Sebaliknya, hati org yg bergembira berdampak positif pada tubuhnya: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22).

Bisa disimpulkan dr perkataan Yesus, org buta ini terpilih utk mengalami kuasa yang Tuhan kerjakan, kadang kita berharap bhw kita jg mengalami kuasa Tuhan dlm hidup kita. Namun bersediakah kita mengalami sesuatu yang tidak normal supaya kuasa Tuhan dinyatakan dlm diri kita? Org ini hrs mengalami kebutaan, mgkin kita dalam hal lainnya, tp seringkali kita melihat sesuatu yg tdk normal yg kita alami ini sbg sebuah ‘kutuk’, bahkan org lain dgn mudahnya dpt menghakimi bhw itu akibat dr dosa yg kita lakukan. Tdk tahu umur brp org buta ini di saat kebutaannya disembuhkan Yesus, tapi org ini dianggap sdh dewasa, tdk perlu lagi diwakili orgtuanya utk berkata-kata, mgkin sdh puluhan tahun karena buta sejak lahir. Puluhan tahun menderita, sanggupkah kita melewatinya? Mgkin sebagian sdh pasrah dan hilang pengharapan.

Terpilih mengalami kuasa Tuhan itu suatu keistimewaan, namun biasanya diawali dg mengalami sesuatu yg di luar ‘normal’, jgn salahkan siapa-siapa, tunggu waktu Tuhan tiba bagi kita mengalami kuasa-Nya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.