Tidak Masuk Akal

DI 01042026

Lukas 24:9, 11 ILT3
Dan setelah kembali dari kubur, mereka memberitahukan semua hal ini kepada kesebelas murid dan kepada semua orang selebihnya.
Namun perkataan mereka tampak seperti tidak masuk akal bagi mereka sehingga mereka tidak memercayainya.

Kubur Yesus yg dijaga ketat pastilah sulit bagi org biasa utk melakukan sesuatu di sana, apalagi para perempuan yg datang menjenguk kubur Yesus berkata bhw Dia telah bangkit.

Bbrpa kali sebelum penyaliban-Nya, Yesus sering membahas ttg Dia akan mati dan jg bangkit. Tp para murid tdk begitu paham & mgkin kurang percaya, pdhal mereka sndri menyaksikan bgmna Lazarus yg 4 hari di dlm kubur bs hidup kembali. Mgkin karna mereka sangat ketakutan sehingga tidak mengingat apa yg Yesus katakan. Alasan mereka tdk percaya kabar yg dibawa oleh para perempuan itu karna ‘tdk masuk akal’ mereka, mana mungkin, atau mengira itu semua halusinasi karena sdg berduka. Tp kemudian di antara mereka ada yg ingin membuktikan dan datang ke kubur Yesus, dan mereka melihat sendiri Yesus tdk ada dlm kubur, para penjaga telah pergi. Dlm hal ini kita belajar bhw sesuatu yg tdk bisa masuk akal atau logika kita, ada baiknya kita coba buktikan utk tahu kebenarannya.

Kita beriman berarti tidak mengandalkan logika, bukan berarti berpikir menolak apa yg logika katakan, tetapi terbuka utk hal yg spiritual sifatnya, sesuatu yg melampaui logika manusia. Mujizat Tuhan itu nyata & melampaui logika. Dlm Alkitab, kita dapat temui banyak peristiwa yg tdk masuk akal, di sinilah kita dihadapkan pd pilihan untuk hidup berdasarkan iman ataukah logika? Kita hidup dlm 2 ‘dimensi’ sekaligus, yaitu alam jasmani: hidup dlm tubuh jasmani yg terikat dgn keterbatasan waktu, kemudian kita jg hidup dlm alam rohani, roh kita yg sifatnya kekal akan hidup dlm kekekalan setelah meninggalkan tubuh fana kita. Jd hal yg jasmani dan rohani, keduanya hrs berimbang saat hidup di dunia ini, tetapi nantinya yg tetap kekal hanyalah roh kita.

Manusia mengalami kebuntuan jika hanya mengandalkan akalnya saja, Tuhan tidak terbatasi oleh apapun, karena itu hiduplah berdasarkan iman.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.