Kadang Harus Dipaksa Bertobat

DI 20052026

Yunus 3:4-5
Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

40 hari sblum dihancurkan, Tuhan masih memberi kesempatan bangsa Niniwe utk bertobat, dan akhirnya hukuman Tuhan ini batal dilaksanakan.

Ada segelintir manusia yg memang harus sengaja dipaksa dulu, diancam dulu, baru mau bertobat dan bergerak. Sebagian org merasa bhw Tuhan itu tdk ada, karena tdk ada apa-apa ketika melakukan dosa, tapi ketika ‘ancaman’ dr Tuhan itu datang, baru sadar dan ketakutan. Ini bs terjd pd orang yg merasa ‘nyaman’ hidupnya, kekuasaan ada di tangannya, org lain tdk berani untuk menegur, ada di posisi tertinggi. Di Alkitab kita bs melihat contohnya, Nebukadnezar yg meninggikan dirinya, tidak takut Tuhan, akhirnya harus mengalami keadaan hidup layaknya hewan (Daniel 4). Bangsa Israel berkali-kali hrs dianiaya dulu oleh bangsa lain, barulah mau kembali pd Tuhan. Jgn kita spt itu, ‘dianiaya’ dulu baru bertobat, jgn keras kepala dan mengeraskan hati.

Org mau percaya atau tdk, Tuhan memang ada, Dia akan balaskan tiap org sesuai dg perbuatannya, namun pembalasan ini tdk selalu sama waktunya utk setiap org, ada yg baru berbuat salah langsung dihukum Tuhan, ada yg Tuhan beri batas waktu dan barulah hukuman diberikan, spt terjadi pd peristiwa air bah (Kejadian 7), kota Sodom dan Gomora (Kejadian 19). Ada yg masih bs ditunda atau dibatalkan dgn syarat dan ketentuan, tp ketika tdk terpenuhi, Tuhan tetap menghukumnya. Apakah kita punya dosa yg disembunyikan? Jgn sampai Dia memaksa kita utk bertobat, segera sadar dan kembali pd Tuhan. Hidup kita di bumi ini hanya sekali, tujuan akhirnya itu kekal bersama Tuhan atau kekal di neraka, pilih yg benar, arahkan hidup kita pd hidup yg kekal.

Apakah ‘alarm’ hati nurani masih berbunyi saat keinginan melakukan dosa itu timbul dan mengoda kita? Jgn abaikan suara hati nurani kita, itu peringatan dr Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.