Menyukai Hikmat

DI 07032014

Amsal 8:17 NKJV
I love those who love me, And those who seek me diligently will find me.

Aku mencintai mereka yang mencintai aku, dan mereka yang mencari aku dengan rajin akan menemukanku.

Penulis Amsal menggambarkan hikmat spt seorg ‘perempuan’ yg memiliki semua yg diperlukan dlm hidup ini. Ingin mendapatkan hikmat digambarkan spt seorg pria yg ingin mendapatkan seorg perempuan sbg pendamping hidupnya.

Bnyk org mengaku dirinya tdk bijaksana, tdk memiliki hikmat, bingung bgmna cara utk jd org yg berhikmat. Lebih mudahnya kita gambarkan spt seorg pria yg ingin mendapatkan seorg isteri.

Dasar hubungan yg kuat antar pria dan wanita adalah cinta. Selama bs tetap menjaga cinta tetap membara, hubungan tetap bs langgeng, makin intim dan saling melengkapi. Ingin menjd org berhikmat, mulailah dg mencintai hikmat.

Cinta timbul krna adanya ketertarikan, dr tertarik mulai menjd suka, dr rasa suka mulai timbul rasa ingin memiliki, itulah cinta. Perlu ‘mengejar’ dan dorongan kuat utk memiliki, kalau tdk bs memiliki, rasanya tdk ada artinya lagi hidup ini.

Hikmat itu luar biasa ‘konten’nya atau apa yg dimilikinya, pny bnyk hal yg bs membuat kita tertarik dan mulai menyukainya. Hikmat bkn sekedar sebuah pengetahuan, tp sesuatu yg menyemangati hidup kita.

Rajinlah mencari hikmat, maka kita akan mendapatkannya, spt seorg pria yg rajin ‘ngapel’ ke tempat kekasihnya. Bentuk ‘ngapel’nya adalah rajin baca Firman Tuhan, suka akan nasehat dan teguran, mulai ‘bergaul’ dg hikmat: menerapkan hikmat yg kita miliki dlm keseharian kita. Makin lama level hikmat kita akan terus bertambah. Harus RAJIN.

Belajar dr apa yg kita alami dlm keseharian kita, akan bnyk kita temukan hikmat di dalamnya. Menghargai setiap karya Tuhan dlm hidup kita walaupun itu hal yg sederhana, mengkoreksi dan mengevaluasi kegagalan yg kita alami dan tetap bersemangat menjalani hidup ini adalah ciri org yg berhikmat.

Apakah kita mencintai hikmat? Kejar ‘hikmat’ itu <=-P

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.