Pada Masa Kesesakan

DI 22082026

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Setiap org pasti pernah mengalami situasi yg membuat kita sesak, keadaannya mgkin spt penderita sesak nafas, yg biasanya bisa nafas dgn mudah, tp jadi sangat sulit.

Sesak jg berarti terhimpit kiri kanan, tdk bs bergerak, membuat rasa kuatir, takut, serta berujung pada putus asa. Situasi kesesakan inilah yg membuat kita tawar hati. Tawar di sini berarti tdk ada rasa, dinasehati tapi tdk ditanggapi, mau ditolong malah dianggap mau ambil keuntungan, dicuekin dianggap tdk punya hati nurani. Respon org lain pasti dianggap punya maksud jahat, tdk mudah percaya bahkan pada Tuhan jg. Di sisi lain, merasa sudah ‘tamat’, tdk ada yg bs dibuat lagi, pasrah, putus asa dan menyerah pada keadaan. Tekanan dr org banyak memaksa diri kita utk lebih cepat menyerah. Hati yang kuat hrs ditopang oleh mental yg kuat juga. Dlm Alkitab, kita temukan bnyk tokoh yang dlm situasi terjepit, tersudut, tapi menjaga imannya tetap pd Tuhan, akhirnya lepas dr kesesakan yg ada dan tampil jd pemenang dlm banyak perkara.

Saat nyawa di ujung tanduk, 3 sahabat dari Daniel tetap menguatkan imannya hingga akhirnya lolos dr kematian akibat dibuang ke dlm dapur api (Daniel 3). Paulus & Silas bs bebas dr penjara karena tetap kuat dlm masa kesesakan akibat ditangkap, didera & dimasukkan dlm penjara (Kisah Para Rasul 16). Belum lagi kisah bgmna bangsa Israel bs menang dlm peperangan dgn kekuatan yg tdk seimbang dgn lawannya. Pesan pd Yosua saat menggantikan Musa juga berisi supaya dia jgn tawar hati (Yosua 1:9). Akan ada situasi kesesakan, tp penyertaan Tuhan tetap bersama kita, sekalipun nyawa kita di ujung tanduk, kalau belum saatnya kita mati maka ada jalan keluar dr Tuhan utk kita. Ini yg harus kita ingat selalu: Tuhan menyertai org benar yg hidup kudus dan berkenan pd Tuhan, nyawa kita ada di tangan Tuhan, jg nasib dan masa depan kita.

Jgn tawar hati dlm masa kesesakan, pasti di depan ada hambatan, tantangan, tapi ini bs kita lewati bersama Tuhan karena Tuhan menyertai dan menolong kita.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.