Keangkuhan Lalu Malu

Di 18092026

Amsal 11:2 ILT3
Keangkuhan tiba, rasa malu pun tiba tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Keangkuhan seseorg pasti dipicu sesuatu yg berubah dlm dirinya, apakah berubah jd kaya, punya jabatan tinggi, kesuksesan dan yg sejenisnya.

Keangkuhan bs disebut sbg kebanggaan yg berlebihan atau ‘over’, suatu yg berlebihan bisa berubah jadi masalah besar. Misalnya, makanan enak, kalau sekedar dinikmati yg sewajarnya tentu membuat kenyang serta ‘mood’ yg bagus, tapi kalau terlalu serakah, bs membuat perut sakit hingga rasa mual. Berprestasi tinggi itu patut dibanggakan & dipuji karena sdh berusaha dgn keras untuk mendapatkannya, tp kalau trs menerus jadi bahan pembicaraan dgn org lain, apalagi jg merendahkan yg lain, orang jadi kehilangan rasa hormat bahkan bs jadi org mengatakan ‘kutuk’ terhadapnya. Keangkuhan akan bisa berakhir dgn rasa malu, contohnya spt raja Saul yg dibandingkan dgn Daud, rakyat dgn tegas menilai kemenangan Daud jauh lebih hebat dibandingkan apa yg pernah raja Saul menangkan sebelumnya dlm perang: “dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tapi Daud berlaksa-laksa (1 Samuel 18:7).

Keangkuhan yg berakhir dgn rasa malu, tdk seorgpun menginginkan hal itu terjd, karna itu jgn bangga berlebihan. Ingatlah bhw dlm semua kesuksesan, harta yg dimiliki, suatu prestasi dan yg lainnya, ini semuanya ada peran Tuhan dibaliknya. Kalau Dia izinkan utk kita kaya, sukses, berprestasi, jangan lupa utk bersyukur, tetapi hrs rendah hati & mengakui peran Tuhan di dalamnya. Raja Daud menyingkir ketika anaknya, Absalom mengadakan kudeta, ingin merebut tahta ayahnya, karna Daud sadar bhw tahtanya itu adalah pemberian Tuhan (2 Samuel 15). Jg Ayub mengakui bhw semua adalah miliknya Tuhan: “katanya: “Dengan telanjang aku keluar ari kandungan ibuku, dengan telanjang jg aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! (Ayub 1:21). Apa kehebatan yg manusia bs pamer di hadapan Tuhan? Tdk ada satupun!

Jgn sampai kita dibuat malu karena dengan sengaja menunjukkan keangkuhan, ingatlah selalu ada yg ‘lebih’ drpd kita, banggalah tp jgn berlebihan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.