Ujungnya Kemuliaan Tuhan

DI 21102026

Yohanes 11:4
Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Keadaan makin memburuk, apakah sudah mendekati akhir yang tragis? Pikiran kita biasanya spt itu, tp bgmna kalau keadaan ini adalah bagian dr rencana Tuhan?

Inilah yg terjd pd sakitnya Lazarus, situasi memburuk hingga sakit semakin parah & berujung pd kematian. Ditambah lagi bhw Yesus tdk datang pd hari kematian, tatapi pd hari ke-4 Lazarus dikuburkan. Kita tahu bhw hubungan Yesus dan para murid dgn keluarga Lazarus terbilang dekat, adalah suatu yg tdk etis, tdk datang segera stlah tahu kematian Lazarus. Tapi inilah bagian dr rencana Tuhan, kadang keadaan makin memburuk hingga akhir yg tragis terjd. Di pikiran banyak org yg mengalami situasi spt ini adalah Tuhan tdk menolong, tidak peduli dgn situasi yg kita alami atau kita berpikir inilah akibat dr dosa yg dilakukan di masa lalu. Tuhan diam dan ‘sengaja’ tdk bertindak, pdhal Dia sanggup. Akhir yang menurut kita sdh final, ternyata ini belum final di mata Tuhan.

Maria dan Marta tdk pernah berharap utk Yesus membangkitkan Lazarus, mereka berharap Yesus dtg utk menyembuhkan, bukankah mengurusi proses pemakaman jg mengeluarkan biaya besar? Sudah sakit tdk sembuh, hrs keluar dana lagi utk acara pemakaman, Tuhan koq diam? Orang yg dikasihi Tuhan jangan berpikir bhw Tuhan selalu akan cepat, memprioritaskan kita, dan tdk ‘menyakiti’ kita, justru karena yang Dia sediakan makin ‘besar’, bersiaplah utk mengalami situasi yg tdk pernah kita duga dan sangka, memang sulit menerima apa yg Tuhan rencanakan, tp ujungnya adalah kemuliaan Tuhan. Kebangkitan harus ada kematian yg mendahuluinya, tdk mustahil hrs didahului dgn kemustahilan, ini yang hrs kita pahami ttg karya Tuhan, sesuatu yg mgkin suatu saat akan kita jalani.

Siap ‘jantungan’ kalau mau ikut rencana Tuhan dlm hidup kita, tapi yakinlah bahwa semua indah pada waktu Tuhan, kita akan lihat kemuliaan-Nya yg luar biasa.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.