DI 10032014
Mazmur 4:4 Amplified Bible
Be angry [or stand in awe] and sin not; commune with your own hearts upon your beds and be silent (sorry for the things you say in your hearts). Selah
Marahlah [atau berdiri dalam kekaguman] dan jangan berdosa; berkelompoklah dengan hatimu sendiri di atas tempat tidurmu dan diamlah (menyesal untuk hal-hal yang kamu katakan dalam hati). Selah
Marah adalah sebuah wujud emosi yg seringkali dipandang negatif. Tp coba renungkan, saat kita hrs marah krna alasan yg benar tp kita tahan utk tdk marah, memendam emosi, suatu saat semuanya keluar spt ‘bom meledak’, akibatnya jauh lebih ‘parah’ krna dipendam sekian lama. Memendam marah ternyata jg salah. Marah dlm kondisi yg benar dg alasan yg bs dipertanggung jawabkan sesungguhnya adalah emosi yg positif.
Pemazmur memberi nasehat ttg marah : marahlah dan jgn berdosa. Artinya justru berdosa kalau tdk marah. Tuhan jg sering marah krna hal-hal yg dilakukan manusia sdh kelewat batas. Kalau Tuhan tdk marah, manusia akan trs berbuat dosa, Tuhan marah spya manusia sadar akan dosanya dan bertobat.
Anak kita bersikap kurang ajar, sbg org tua wajib marahi, karyawan kita kerjanya sembarangan, sbg atasan hrs marah. Marah yg bgmana?
Marah yg ‘sebentar saja tapi serius’. Kalau marah terlalu lama bs berubah jd amarah yg tdk terkendali, kita yg dikendalikan emosi. Marah yg serius adalah marah yg terarah, marah yg pny tujuan baik bagi semua pihak.
Ini bs dihasilkan ketika kita ‘berkomunitas’ dg hati kita sendiri. Libatkan hati ketika niat utk marah mulai timbul. Adakan dialog dg hati kita, analisa situasi dan informasi dg ketenangan, jgn terburu-buru utk marah, marah yg bkn atas dorongan emosi, tp krna dorongan hikmat, ini yg disebut marah yg ‘terencana’, tujuannya jelas dan ada ‘goal’ yg ingin dicapai.
Marahlah dg tdk melibatkan pihak-pihak yg tdk perlu masuk dlm perkara yg sdg kita hadapi, kendalikan perkataan dan anggota tubuh kita. Jgn buat org lain terluka.