DI 24042015
1 Korintus 3:1 NKJV
And I, brethren, could not speak to you as to spiritual people but as to carnal, as to babes in Christ.
Dan aku, saudara-saudara, tidak dapat bicara kepadamu sebagaimana kepada orang-orang rohaniah, tapi sebagaimana kepada orang jasmaniah, sebagaimana kepada bayi-bayi di dalam Kristus.
Bisakah seorg bayi diajak bcra politik atau hal-hal yg dewasa? Mgkin kita hanya bs main ‘cilukba’ sambil melucu spya dia bs tertawa senang. Bayi blm dewasa.
Dlm hidup kita, ada tahapan yg hrs kita jalani sblum bertumbuh menjd dewasa di dlm Kristus. Org yg masih ‘bayi’ secara rohaninya dikatakan oleh rasul Paulus sbg org-org yg hanya bs diajak bicara hal-hal yg sifatnya ‘jasmani’, artinya segala sesuatu masih dinilai dg apa yg ditangkap oleh panca indera tubuh, masih menggunakan logika dan blm bs percaya hal-hal yg rohaniah sifatnya.
Misalnya ttg menjelaskan bgmna seorg bayi bs ada dlm kandungan seorg ibu, menjelaskan pd org dewasa lebih mudah drpd menjelaskannya pd anak-anak yg masih kecil. Hrs pakai perumpamaan dan blm bs dijelaskan sejelas-jelasnya ketika menjelaskannya pd anak-anak. Ketika diajak bcra ttg topik org dewasa, mrka blm layak krna akan membuat mrka blm bs mengerti.
Lalu bgmna kita bs mengetahui bila secari rohaniah kita telah dewasa? Salah satunya adalah ketika kita bs memahami hal-hal yg jasmaniah dan jg hal-hal yg rohaniah. Sederhananya adalah kita mulai bs memahami ttg Tuhan dan Firman-Nya dg lebih jelas dr waktu ke waktu.
Disiplin bg anak-anak adalah sebuah ‘pembatasan’, tp bg org dewasa, disiplin adalah sebuah ‘perlindungan’ agar terhindar dr kesalahan yg tdk perlu terjd. Kemampuan utk mengerti sesuatu sesuai dg fungsinya, itulah kedewasaan dlm rohani.
Rasul Paulus dlm 1 Korintus 13:11 memberi 3 hal kedewasaan, yaitu dlm hal berbicara, pengertian dan berpikir. Org yg dewasa ‘membuang’ kekanak-kanakannya, mulai belajar menjd org dewasa dan bgmna bersikap sbg org dewasa.