Melupakan Tuhan

DI 12032014

Ulangan 8:14 NLT
Do not become proud at that time and forget the Lord your God, who rescued you from slavery in the land of Egypt.

Janganlah menjadi angkuh pada saat itu dan melupakan Tuhanmu, yang menyelamatkan engkau dari perbudakan di tanah Mesir.

Kita mengenal istilah ‘kacang lupa kulitnya’ yg menggambarkan situasi org yg lupa dari mana dia berasal dan tdk mengakui jasa org lain terhadap dirinya. Dan ini jd sebuah peringatan utk kita.

Bisa melupakan Tuhan itu tdk terjd bgtu saja, ada ‘benang merah’nya atau proses menuju ke sana. Dimulai dr mana?

Dimulai dari : kenyamanan.

Bangsa Israel sekian lama diperbudak bangsa Mesir, kemudian Tuhan memakai Musa utk membawa mrka keluar dari Mesir, dilepaskan dr perbudakan. Selama 40 tahun Tuhan menguji hati org Israel baru kemudian menuntun masuk ke tanah perjanjian yg menjamin hidup mereka akan berkelimpahan dan membuat mereka bahagia.

Knpa ayat ini muncul? Krna Tuhan tahu benar karakter org Israel wkt itu: mudah melupakan Tuhan. Kalau kita diperingatkan Tuhan ttg sesuatu, itu berarti Tuhan tahu persis karakter kita akan membuat kita melakukan yg tdk berkenan di hadapan Tuhan. Dan Tuhan ingin mencegah kita jatuh dlm dosa dan dihukum Tuhan.

Dlm kenyamanan biasanya timbul sebuah ‘pujian’ yg ‘menggoda’ kita utk berpikir bhw kita bs sampai di situasi nyaman ini karena hasil usaha kita yg keras dan tekun. Timbullah kebanggaan yg kalau tdk hati-hati berubah menjd kesombongan lalu tinggi hati, finalnya kita bs melupakan Tuhan.

Ini urutannya :

Keterpurukan -> ditolong Tuhan -> bebas dr masalah -> kenyamanan dan sukses -> dipuji -> bangga -> tinggi hati/sombong -> melupakan Tuhan

Bangga dlm batasan tertentu itu masih normal, tdk salah meng-apresiasi hasil kerja keras dan ketekunan kita, menikmati hasilnya, ini wajar, tdk berdosa.

Yg hrs diwaspadai ketika rasa bangga mulai berlebihan, mulai mengagumi diri sndri, tdk menghargai jasa dan kebaikan dr Tuhan dan org lain <=-P

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.