DI 25052015
Lukas 14:11
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Posisi tempat duduk dlm sebuah pertemuan memang ada yg sengaja dikhususkan. Barisan terdepan biasanya diperuntukan bagi para sesepuh, pimpinan, dan tamu terhormat. Tentunya siapa yg pantas mendudukinya ditentukan oleh penyelenggara acara.
Org yg ‘merasa’ dirinya terhormat cenderung bersikap ‘selalu pantas’ dan hrs diperlakukan istimewa, namun penghormatan dr org lain tdk selalu sama dg penilaian kita. Itulah sebabnya lebih baik kita ‘merendah’ dan nantinya dihormati drpd kita merasa terhormat namun nantinya malah memalukan diri sndri.
Tdk mudah utk merendah, apalg secara status sosial terbilang kaum yg terhormat dan kaya raya. Sdh terbiasa menerima penghormatan di kantor, rumah dan di bnyk tempat, ketika berada di tempat umum, apakah bs ikut mengantri, tdk terganggu satu tempat dg org bnyk, terlebih lagi : tdk pamer? Semua berasal dr hati, kalau punya kerendahan hati, pasti bs bersosialisasi dg baik di manapun berada.
Sebaliknya, jgn jg ‘sok-sok-an’ merasa diri pantas menerima penghormatan san diperlakukan istimewa pdhal blm pantas atau blm berada di ‘level’ itu. Percaya diri itu baik tp jgn melampaui apa yg sewajarnya kita lakukan. Kita hrs punya kesadaran diri, mendahulukan dlm memberi hormat dan tdk meninggikan diri sndri. Sewajarnya saja, tdk berlebihan.
Penghormatan adalah sesuatu yg pantas diterima oleh org yg terhormat. Kalau ingin dihormati org lain, bersikap dan bertindaklah sbg org yg terhormat, bertutur kata yg sopan dan menghormati org lain jg. Lakukan dg kerendahan hati, bkn pura-pura merendah. Bersikaplah bersahabat dg siapapun, bangun komunikasi yg baik dan tdk bersikap sombong dan ‘ekslusif’, org pasti menghargai sikap kita dan merasa nyaman ketika ada bersama kita. Carilah damai bkn perselisihan, dahulukan dlm memberi kesempatan apapun, jgn bersikap arogan.