Berkati Keluarga

DI 28052015

2 Samuel 6:20 NKJV
Then David returned to bless his household. And Michal the daughter of Saul came out to meet David, and said, “How glorious was the king of Israel today, uncovering himself today in the eyes of the maids of his servants, as one of the base fellows shamelessly uncovers himself!”

Kemudian Daud kembali untuk memberkati rumah tangganya. Dan Mikhal puteri Saul datang keluar untuk menemui Daud, dan berkata: “Betapa mulianya raja Israel hari ini, membuka kedoknya sendiri hari ini di dalam pandangan dayang-dayang dari hamba-hambanya, sebagaimana seorang dari kalangan hina tanpa rasa malu mengungkap dirinya sendiri.”

Terjemahan LAI memakai kata ‘memberi salam’ namun sbnarnya lebih dr itu yaitu memberkati seisi rumah tangganya. Ini sebuah tradisi org Israel yg patut dicontoh.

Apa yg kita lakukan sesaat selesai mengerjakan aktivitas di luar rumah tanpa dusertai keluarga? Buka pintu lalu selonjoran di sofa? Lempar tas dan cari makanan? Sebaiknya yg pertama dilakukan adalah : Berkati keluarga kita. Caranya? Awali dg memberi salam pd semua yg ada dlm rumah kita.

Syalom itu bkn sekedar salam biasa, ada sekian bnyk pengertian ttg syalom, intinya adalah ucapan berkat dan harapan bagi org lain yg kita salami ada dlm keadaan diberkati, sehat dan berkelimpahan. Ketika pulang ke rumah, salami seisi rumah dg ucapan berkat, mgkin ditambah sebuah pelukan atau ciuman pd istri/suami dan anak-anak. Sentuhan fisik dan perkataan berkat bs menyelubungi jiwa kita dg rasa nyaman krna dikasihi.

Bkn hanya salam saja, memberkati seisi rumah bs berarti membw berita yg baik dan menyenangkan. Biasakan anak kita utk bercerita ttg apa yg dia alami di luar rumah. Bisa jg dg membw mknan kesukaan keluarga kita utk disantap bersama. Bnyk hal bs kita lakukan utk memberkati seisi rumah tangga kita.

Jgn spt Mikhal dlm kisah ini, menyongsong Daud sang suami dg kata-kata yg tdk memberkati. Terimakah salam dg menyalami jg.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.