DI 29052015
Yohanes 6:15 NKJV
Therefore when Jesus perceived that they were about to come and take Him by force to make Him king, He departed again to the mountain by Himself alone
Karena itu ketika Yesus merasa bahwa mereka baru saja mau datang dan membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Dia pergi lagi ke gunung seorang diri.
Mnrut pikiran org bnyk waktu itu, jika seorg yg luar biasa hebat hanya menjd seorg nabi saja, sangat disayangkan, lebih baik jd raja sekalian dan membebaskan mrka dr penjajahan Romawi wkt itu. Akibatnya mrka ingin memaksa Yesus jd raja atas mrka.
Apa yg kelihatannya bs jadi lebih baik mnrut kita, blm tentu itu sesuai dg tujuan Tuhan. Di sekitar kita pasti ada org-org berbakat dan luar biasa, shga kita secara spontan timbul pikiran utk menjadikan mrka sbg ini dan itu, tentu ini wajar saja, namun keinginan yg kelihatannya baik ini seringkali kita coba wujudkan dg cara yg salah : dengan paksaan.
Mgkin anak kita pny bakat yg luar biasa, namun apakah kelak dia berprofesi sesuai bakatnya, itu hal yg blm pasti. Sbg orgtua memang kita pny hak khusus utk mengarahkan hidup mrka spya pny masa depan yg baik, namun hak ini jgn kita lakukan scra ‘otoriter’. Sdh bnyk fakta bnyk org berprofesi tdk sesuai dg bakat yg dimilikinya.
Pny impian ttg seseorg itu bagus, tp jgn paksa mrka mewujudkan impian kita. Jika memang nantinya mrka ‘jadi’ spt yg kita impikan, biarkan itu terjd bkn krna kita memaksa mrka, tp tahap demi tahap yg mrka jalani, biarlah memang Tuhan yg membimbing mrka secara pribadi.
Berdoalah pd Tuhan mengenai masa dpn seseorg yg ada dlm bimbingan kita, sesungguhnya kita hanyalah org yg dipercaya Tuhan ‘mengasah’ dan ‘melatih’ mrka utk jd spt yg Tuhan rencanakan atas hidupnya. Bkn kita yg menciptakan mrka, tp Tuhan, Tuhanlah yg tahu persis akan jd apa mrka kelak, jgn kita ‘rusak’ rencana Tuhan dg ‘impian’ kita meskipun itu kelihatannya baik. Jgn kita paksa seseorg, tp supportlah mrka.