Berdoa Yang Lega

DI 28022026

1 Timotius 2:8
Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Berdoa itu kelihatannya mudah, sederhana dan bs dilakukan kapan saja, tetapi ada yg perlu diperhatikan ketika kita berdoa pada Tuhan.

Pertama, berdoa dgn menadahkan tangan yang suci. Tangan itu menggambarkan ttg apa yg kita perbuat, haruslah perbuatan yg suci, bukan perbuatan dosa. Dalam hal menadahkan tangan, ini menggambarkan satu sikap tubuh yg hormat pd Tuhan, yg siap menerima jawaban doa sbg org benar yg perbuatannya benar. Jadi perhatikanlah apa yg kita kerjakan dgn tangan kita, baik atau jahatkah? “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan, (Yesaya 59:2-3). Berdoa hrs tanpa adanya pemisah antara kita dgn Tuhan, perhatikan apa yg kita buat dan kerjakan dgn tangan.

Kedua, tanpa marah. Marah itu wajar, tapi berdoa dlm keadaan marah ini masalah yg hrs kita hindari. Seringkali dosa baik lidah maupun perbuatan kita dipicu dr marah yg tdk terkendali dan berkepanjangan, ingat bhw dosa itu memisahkan kita dari Tuhan, Dia tdk mendengar doa kita. Redakan dulu amarah kita, barulah berdoa pd Tuhan. Jd pilihan ada di tangan kita; mau trs marah atau meredakannya. Ketiga, tanpa adanya perselisihan atau perbantahan. Tdk tunduk pd pemimpin kita jg termasuk di dalamnya. Pergesekan dlm satu komunitas itu tdk dpt dihindari, bs terjd kapan saja dan pd siapa saja, kejarlah perdamaian, perdebatan hrs berhenti saat pembahasan selesai dan sdh ada keputusan atau hasil yg ditentukan.

3 hal ini yg hrs kita perhatikan sblm ingin menaikkan doa pd Tuhan, jgn berdosa krna perbuatan, perkataan, dan sikap kita yang memicu pemisahan kita dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdoa Yang Lega

Ingin Semua Diselamatkan

DI 27022026

1 Timotius 2:3-4 (ILT3)
Sebab, hal itu adalah baik dan dapat diterima di hadapan Elohim, Juruselamat kita,
yang menginginkan semua orang diselamatkan dan masuk ke dalam pengetahuan penuh akan kebenaran.

Siapa saja target keselamatan yang Tuhan inginkan? Semua orang! Karena memang di seluruh dunia dan generasi, semua orang telah berdosa dan butuh diselamatkan.

Jadi apakah itu org baik atau jahat, orang rupawan atau buruk rupa, org normal atau org cacat, org kaya atau org miskin, orang pintar atau org bodoh, dan semua kriteria lainnya, perlu keselamatan karena semua org berdosa. Tapi kadang manusia terlalu berani menilai ada org-org tertentu yg tdk pantas utk diselamatkan, mgkin karena org itu terlalu banyak dosa, bejat, munafik dan semua citra buruk lainnya, mereka pantas mati dan masuk neraka! Tapi Tuhan tdk spt pikiran manusia itu, mereka yg berdosa dg latar belakang kehidupan apapun, menjadi target utk keselamatan yg Dia sediakan. Jd kita jgn berlawanan dgn kehendak Dia, jika ada kesempatan utk menginjili org yg jahat ya hrs menginjil, diterima atau ditolak, itu bukan kesalahan kita, tp org itu sendirilah yg menolak diselamatkan.

Apakah kita menilai diri kita lebih layak utk diselamatkan? Itulah kesombongan rohani yg banyak tdk disadari muncul dlm pikiran mereka. Yg paling penting adalah akhir dr hidup tiap org, apakah di saat terakhirnya percaya pd Tuhan Yesus atau tdk? Ada org yg awalnya percaya, tp kemudian kecewa & meninggalkan imannya hingga akhir hidup terjd, org ini kehilangan keselamatan yang awalnya sdh dia terima. Ada org jahat yang di akhir hidupnya bertobat, dia selamat. Di sinilah pentingnya tetap tinggal dlm kasih karunia Tuhan yg menganugerahkan semua keselamatan itu pd semua org, jgn keluar dr kasih karunia Tuhan. Setia sampai akhir dan tetap beriman dan percaya, dan kita jangan tukar keselamatan dgn hal lain.

Hidup di dunia ini hanya sementara, hidup kekal ialah tujuan akhir kita, keselamatan itu diperlukan setiap org, tdk ada yg tdk layak utk diselamatkan selama tiap orang ingin bertobat.

Posted in Renungan | Comments Off on Ingin Semua Diselamatkan

Iman Yang Kandas

DI 26022026

1 Timotius 1:19
Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,

Dlm perjuangan hidup ini, diperlukan ada 2 faktor pendukung yaitu iman & hati nurani yg murni. Motivasi ditentukan oleh hati yg murni, apakah tulus atau ada motif lain yg ikut ‘menunggangi’ perjuangan hidup kita. Iman berkaitan dgn penyerahan kita pada kedaulatan Tuhan dan percaya harapan yg Tuhan janjikan itu pasti terjd pd waktu-Nya yg Dia tentukan. Jadi sementara kita tetap berharap, kemurnian hati nurani perlu utk tetap kita jaga, paling tdk supaya jgn kita berpikir utk mencari alternatif selain Tuhan sendiri. Banyak kali berharap itu dgn suatu pemikiran bhw kalau dikabulkan, bersyukur pada Tuhan, kalau tdk dikabulkan, ya cari alternatif lain. Karena itulah sedikit org yg berjuang dlm pengharapannya serta tetap percaya Tuhan bertindak.

Menolak hati nurani yg murni, berarti orang itu sendiri yg menolaknya. Hati nurani yang murni seringkali menjd ‘warning’ peringatan bagi seseorg yg mulai berpikir hal yg bukan seharusnya. Kebenaran Tuhan yg diterima dan ‘berbunyi’ saat pikiran menjd ‘liar’, ini seringkali diabaikan demi mendpt sesuatu yg diperlukan. Mengapa seseorg berbuat dosa, karena diawali menolak hati nurani yg murni, lama kelamaan ‘alarm’ ini terasa spt bunyi yg tidak ingin didengar sehingga dihentikan bunyinya. Dlm hati nurani yang murni, Tuhan ‘berbicara’ pd kita, tapi dgn sengaja bbrpa org tdk mengindahkannya, lebih memilih mengikuti jalan pikiran yang mulai tdk terkendali, hingga pada akhirnya masuk dlm situasi yg lebih parah.

Jaga kemurnian hati nurani kita supaya tdk kandas dlm perjuangan hidup kita, jangan matikan ‘alarm’ suara hati nurani yg murni, supaya rohani kita jgn ‘tertidur’.

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Kandas

Menjadi Contoh

DI 25022026

1 Timotius 1:16 ILT3
Tetapi aku telah beroleh rahmat karena hal itu, bahwa di dalam aku, YESHUA HaMashiakh pertama-tama telah menunjukkan segenap panjang sabar-Nya sebagai contoh bagi mereka yang akan segera beriman kepada-Nya, ke dalam hidup yang kekal.

Kisah pertobatan Saulus yg kemudian jadi Paulus, merupakan satu kisah yang sangat fenomenal, dr seorg penghujat Kristus, dia akhirnya menjd seorg rasul Kristus.

Bagi rasul Paulus, pertobatannya menjadi 1 contoh bagi mereka yg akan segera menjd pengikut Kristus, mengapa? Karena ketika menjd pengikut Kristus, bs kehilangan dlm banyak hal, bahkan menjd target sasaran org yg akan dibunuh. Di zaman sekarang jg masih terjd hal demikian, org-org yg secara sadar beralih iman pd Kristus, tidak jarang menghadapi banyak rintangan, gambaran, serta ancaman. Mulai dr penolakan dalam pergaulan, dikeluarkan dr daftar anggota keluarga hingga usaha secara paksa untuk meninggalkan iman pd Kristus. Posisi dari Saulus ketika itu sangatlah tinggi, baik dlm jabatan maupun kedudukannya sbg seorg penganut Yudaism, tetapi pd akhirnya dia menganggap semuanya itu sampah.

Hidup kita biarlah menjd sebuah inspirasi bagi mereka yg memiliki kesamaan dengan kita, baik dlm hal situasi yg sdg dihadapi, maupun kesamaan dalam posisi dan status sosial. Mgkin kita terbatas utk menolong, tp biarlah kesaksian hidup kita boleh jadi sebuah penambah motivasi bagi org-org yg membutuhkannya. Menjadi sebuah contoh tentu saja hrs berperilaku sbg teladan dan ‘surat yg terbuka’, bukan pencitraan tetapi memang itulah apa adanya kita. Tdk takut kelemahan dan kekurangan diketahui org lain, sebagaimana Alkitab dengan terbuka menuliskan semua sisi baik dan buruk para tokoh Alkitab, dosa mereka diceritakan dg tanpa ditutupi, biar setiap dari kita belajar jgn sampai jatuh dlm dosa yg serupa.

Hidup menjd contoh bagi org lain, menang butuh tanggung jawab besar, yg terpenting adalah kita jujur dan mau menjd berkat utk banyak org.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Contoh

3 Hal Rohani

DI 24022026

Wahyu 3:18 ILT3
Aku menasihatkan kepadamu supaya membeli dari pada-Ku: emas yang telah dibakar oleh api agar engkau menjadi kaya, dan jubah-jubah putih agar engkau berpakaian dan rasa malu ketelanjanganmu tidak tampak, dan oleskanlah salep pada matamu agar engkau dapat melihat.

Dlm ayat ini, Tuhan menjelaskan semua yg kurang dr jemaat gereja Laodikia, ada yang harus dibeli, dan ada yg hrs disembuhkan supaya rohaninya dlm keadaan layak.

Pertama, ‘membeli emas’ dari Tuhan, emas yg telah dibakar oleh api, itulah emas yang teruji sehingga berkualitas baik, tdk palsu. Makna yg bs kita petik adalah dlm hidup ini jgn ada kepalsuan, jgn jadi munafik. Harus punya integritas, yg dlm pikiran dan hati, sama dgn yg dikatakan dan diperbuat. Dlm PB, ada seorg yg Yesus sebut bhw dlm diri org ini pny kualitas baik: … Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya! (Yohanes 1:47). Kepalsuan dalam ayat ini berarti tipu daya. Kita dinilai ‘kaya’ oleh Tuhan jikalau kita memiliki ’emas’, hidup yg tanpa kepalsuan, tdk munafik, semuanya itu hrs ‘dibeli’ dr Tuhan, artinya ada harga yg hrs kita bayar utk memilikinya.

Kedua, hrs membeli jubah-jubah putih dari Tuhan, kita lihat ayat ini: Dan kepadanya dikaruniakan agar memakai kain linen yang halus, bersih dan bercahaya; karena kain linen yg halus ialah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus (Wahyu 19:8 ILT3). Jubah ini menutupi rasa malu karena ketelanjangan, artinya perbuatan kita ini haruslah perbuatan yg benar dr org kudus. Kalau berbuat dosa hrs malu, tidak membela diri serta menafsir firman Tuhan secara sembarangan. Ketiga, mengoleskan ‘salep pd mata’ supaya dpt melihat, inilah buta rohani, tdk tahu kondisi rohaninya itu baik atau buruk, tdk tahu hidupnya dapat perkemahan Tuhan atau tdk, tentu ini satu kondisi rohani yg tdk seharusnya terjadi.

Jgn sampai rohani kita di mata Tuhan ialah dlm keadaan miskin, telanjang, dan buta, hiduplah tanpa kepalsuan, berbuat benar sbg org kudus dan mampu melihat kualitas rohani kita sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on 3 Hal Rohani

Beda Melihatnya

DI 23022026

Wahyu 3:17
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

Apa yg dipikir oleh mata manusia, ternyata beda dgn pikiran Tuhan, sehingga yg menjd pencapaiannya tidaklah sama, berbeda di dlm standartnya.

Manusia itu punya 2 dunia, karena intinya manusia itu kekal rohnya, tp tinggal dalam tubuh yg fana, sehingga memiliki 2 macam kehidupan: duniawi dan rohani. Dari sinilah kita memiliki 2 jenis kebutuhan: kebutuhan duniawi dan kebutuhan rohani, keduanya ini perlu terpenuhi supaya memiliki suatu keseimbangan hidup, bahagia di dunia dan masuk surga. Tp ada saja org yg berpikiran ttg mengejar pemenuhan kebutuhan hidup yg sifatnya duniawi semata, itulah yg kita baca dlm ayat ini. Mata manusia hanya bs melihat rupa luarnya, tp tidak bs melihat keadaan rohnya dgn mata jasmani, Tuhan melihat tampak luar dan tampak dalam dr manusia, keadaan jasmani dan roh manusia ini terlihat semuanya.

Uruslah kebutuhan rohani kita: hubungan dgn Tuhan yg tak terputus, ini bukan cuma berguna utk hidup kekal nantinya, tapi jg untuk menopang kita selama hidup di dunia ini. Di dunia ini, kita mengalami bnyk jenis masalah, tantangan, badai hidup, dsbnya, perlu pertolongan Tuhan utk bisa melewati semuanya hingga meninggal nanti. Apa yg kita kejar di dunia ini, akan menyita waktu kita dlm porsi besar, karenanya berhikmat dlm menentukan sasaran hidup kita. Dalam pandangan Tuhan, jgn hanya kejar materi & harta duniawi, tapi jadilah ‘kaya’ keadaan roh kita, tdk melarat roh kita, tidak malang serta buta dan telanjang roh kita. Keadaan jasmani kita yg kaya seharusnya diimbangi dgn keadaan roh kita yg ‘kaya’ jg.

Hidup di dunia ini hanya sementara, waktu hidup yg tersedia jg terbatas, seimbang di dlm mengejar sasaran hidup menjadi suatu hal yg menentukan masa depan kita dalam dunia ini dan hidup kekal nanti.

Posted in Renungan | Comments Off on Beda Melihatnya

Jangan Setengah-Setengah

DI 21022026

Wahyu 3:15-16
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Panas akan turun suhunya kalau sengaja dibiarkan begitu saja dlm jangka waktu yg cukup lama, dari panas bs berubah menjd mengikuti suhu normal di tempat itu.

Dlm menjalani kehidupan ini, Tuhan ingin kita menunjukkan suatu keadaan yg jelas, dalam hal ini digambarkan dgn panas dan tidaknya suhu yg terasa. Baik panas atau dingin, keduanya akan mendpt penilaian & balasan dr Tuhan. Keaktifan hidup kita ini biasanya lebih terasa ketika cuaca cerah & panas, org bs beraktifitas lancar hingga di jalan sekalipun. Jd panas menggambarkan suatu keadaan yg bergelora, bersemangat dan hidup. Suhu badan org hidup pasti ada panasnya, tetapi badan org meninggal itu dingin karena organ tubuh dan darah tidak lagi bekerja, jadi kita ini ‘hidup’ atau ‘mati’, diumpamakan dgn panas atau dingin. Kita ‘hidup’ berarti berkarya, kita ‘mati’ berarti tdk menghasilkan apa-apa, dan Tuhan mau kita ini ‘hidup’, meskipun bnyk hal yg terjadi dlm hidup kita.

Akibat keadaan tdk dingin dan tdk panas, maka Tuhan akan ‘memuntahkan’ kita dari mulut-Nya. Sesuatu yang masuk dlm mulut itu biasanya utk dimakan, dlm hal ini bukan berarti Tuhan ‘memakan’ kita, tp mari kita sedikit berlogika: saat seorg raja ingin satu makanan yang disajikan langsung, tl yang disajikan itu sudah tdk panas lagi, hangat tp tentu berbeda dgn standart yg raja mau, maka makanan itu bs dimuntahkan. Atau saat makan bakso, lebih nikmat ketika itu masih panas. Suam-suam kuku, membuat sulit penilaian: mau dimasukkan ke surga atau ke neraka? Suam-suam kuku mgkin bs digambarkan dgn kata: ladang-kadang, kadang-kadang bersemangat ikut Tuhan, tp di lain waktu jenuh ikut Tuhan, ibarat di dlm hal cinta: sebenarnya masih cintakah atau sdh tdk lagi? Mau lanjut atau ….?

Jagalah kasih kita pd Tuhan agar tetap dlm keadaan membara, bila mulai jenuh, check diri kita, apa yg jd penyebabnya, dan coba utk mengatasinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Setengah-Setengah

Ternyata Itu Dosa

DI 20022026

Yakobus 2:6, 9 ILT3
Namun, kamu meremehkan mereka yang miskin. Bukankah mereka yang kaya menindas kamu, bahkan mereka itu menyeret kamu ke pengadilan?
Namun, jika kamu membeda-bedakan orang, kamu sedang melakukan dosa, karena oleh torah itu terbukti sebagai para pelanggar.

Tak bs dipungkiri atau disanggah bhw ada org-org yg memperlakukan sesamanya itu berdasarkan status sosialnya, diantaranya dlm hal miskin atau kayanya.

Rasul Yakobus menjelaskan ini dan dengan tegas menyatakan bhw membeda-bedakan org hanya karena dia miskin atau kayanya, itu sebuah dosa. Tentu saja ini butuh suatu penjelasan yg valid. Ada ayat di dlm Alkitab bicara ttg org miskin: “Siapa yg menindas orang miskin menghina Penciptanya, tetapi siapa memuliakan Dia akan menunjukkan kemurahan kepada yang membutuhkan (Amsal 14:31 ILT3). Jd siapa menindas org miskin itu menghina Tuhan. Kemiskinan dr seseorg hrs dilihat dr bbrpa sudut pandang misalnya dr sisi dosa, apakah kemiskinan itu akibat dr dosa yg diperbuat, karena org itu malas, atau penyebab lainnya. Dlm ayat ini: “Sebab kamu selalu mempunyai org-org miskin bersamamu, dan bilamana km mau, kamu dapat berbuat baik kepada mereka, tetapi km tdk selalu memiliki Aku (Markus 14:7 ILT3).

Yg hrs dilakukan justru berbuat baik pd org miskin, tetapi Yesus menyatakan bhw hal itu bs kita lakukan kalau kita mau. Berarti kita pny kemampuan tapi belum tentu mau utk melakukannya. Jelas ini masalah hati & pikiran kita masing-masing, apa pikiran kita ttg org miskin. Kaya atau miskin tdk menjd penentu dlm hidup kekekalan seseorg, kita bs lihat ttg Lazarus miskin dan org yg kaya, org yg terlihat hina di dunia ternyata dia bs menikmati hal yg bahagia dlm kekekalan. Tp ini bukan berarti org kaya tdk bs seperti Lazarus yg menikmati hal baik nantinya, tp intinya adalah kaya atau miskin itu hanya 1 status duniawi saja, setiap org hrs kaya di dlm kekekalan: Sebab engkau berkata: Aku kaya dan aku telah menjadi kaya, bahkan aku tidak mempunyai kebutuhan apa pun! Namun engkau tidak mengetahui bahwa engkau adalah orang yang malang dan menyedihkan dan miskin dan buta dan telanjang (Wahyu 3:17 ILT3).

Jgn membeda-bedakan org dr miskin atau kayanya, perlakukan org miskin dgn baik, itu sama artinya kita memuliakan Tuhan, sbg karakter org beriman.

Posted in Renungan | Comments Off on Ternyata Itu Dosa

Menghindari Perpecahan

DI 19022026

1 Korintus 12:24-25 ILT3
dan mereka yang elok pada kita, dia tidak punya kebutuhan. Tetapi Elohim telah menyusun tubuh dengan memberikan lebih banyak kehormatan kepada yang membutuhkan,
supaya tidak ada perpecahan di dalam tubuh, sebaliknya anggota-anggota itu dapat saling memedulikan seorang terhadap yang lain.

Tubuh Kristus digambarkan spt susunan di dlm tubuh manusia, ada perlakuan khusus yg perlu dilakukan supaya tubuh tetap dlm performa yg baik.

Ada anggota tubuh kita yg kelihatan, ada jg yg tdk kelihatan. Yg tdk kelihatan misalnya bagian organ dlm tubuh spt jantung, ginjal, dsbnya. Hidup kita sebagian besar adalah hasil kerja organ tubuh yg tdk terlihat dan itulah yg perlu mendpt ‘penghormatan’ yg khusus, istilah lainnya adalah diperhatikan dgn sungguh-sungguh. Inilah alasan knpa begitu pentingnya melakukan ‘check up’ yg rutin ttg kondisi tubuh kita, bs menangani lebih dini jika ada bibit penyakit sblum itu menjd penyakit yg ganas dan kronis. Orang yg penampilan luar bagus tp tubuhnya tdk sehat, tentu sangat menyedihkan, nilai dari sebuah kesehatan jauh lebih berharga drpd apapun jg, tanpa tubuh yg sehat, aktivitas harian bisa terganggu dan tertunda. Hal ini yg ingin disampaikan dlm ayat ini, jangan abaikan setiap anggota tubuh Kristus.

Diperlakukan berbeda, kadang masih jelas terlihat dlm kehidupan berjemaat maupun pelayanan. Dlm Alkitab ada ayat ttg hal ini: “dan kamu menghormati org yg berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yg baik ini!”, sedang kepada orang yg miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”, (Yakobus 2:3). Perlakuan berbeda kadang memicu munculnya benih perpecahan, perselisihan dan masalah besar pd akhirnya. Hindari itu semua dgn mempraktekkan kasih dengan benar spt yg Tuhan ajarkan. Contohlah apa yg Yesus lakukan selama ada di dunia ini, Dia bergaul dgn kalangan atas, menengah, dan bawah, memperlakukan semuanya dg penuh kasih, tdk membuat org lain merasa tdk terlayani.

Hormatilah dan berikan perhatian pd tubuh Kristus dgn penuh kasih, jangan dibedakan karena status sosial dan yg lainnya, tanpa mereka yg sederhana, banyak hal yg tidak akan tertangani.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghindari Perpecahan

Karakter atau Karunia

DI 18022026

Matius 7:22-23 ILT3
Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah dalam Nama-Mu kami telah bernubuat, dan dalam Nama-Mu kami mengusir roh jahat, dan dalam Nama-Mu kami melakukan banyak mukjizat?
Dan pada waktu itu Aku akan menyatakan kepada mereka: Aku tidak pernah mengenal kamu, enyahlah dari-Ku, hai kamu yang mengerjakan kejahatan!”

Org yg berkarunia hebat malah dinilai sbg mengerjakan kejahatan? Kalau begitu ada yg salah dlm org-org yg disebut dlm ayat ini, apa itu?

Jgn salah paham, berkarunia itu tdk salah atau sesat, tp memang Tuhan yg memberi: “Namun, Roh yang satu dan yang sama mengerjakan semuanya itu dengan membagi-bagikan kepada masing-masing, sendiri-sendiri, seperti yg Dia maksudkan (1 Korintus 12:11 ILT3). Spt seorg petugas keamanan yg diberikan senjata, bisa saja dia menyalah gunakan senjata, harusnya menembak penjahat atau teroris, tapi yang ditembak teman petugasnya sendiri. Dlm bbrpa kasus, hal ini pernah terjd. Jadi jika berkarunia, itu sesuatu hal yg baik, tetapi bgmna kita bertanggung jwb memakainya, ini yg jadi fokus perhatian kita. Sewaktu ia hanya jemaat biasa, bs menjaga hati tetap murni, tp begitu diberikan karunia, sikap & karakternya mulai bergeser ke arah yg tdk murni lagi.

Giat melayani tp ditolak masuk surga, itu sesuatu yg menyakitkan. Berkarunia beda dgn berkenan di hadapan Tuhan, manusia mgkin menilai org yg berkarunia itu, sudah punya kelayakan dr Tuhan, sdh berkenan, pdhal bukan itu yg dinilai Tuhan. Kejarlah perkenanan Tuhan, bertanggung jawab dlm menggunakan karunia yg Tuhan berikan pd setiap kita, jgn ambil keuntungan saat kita melayani. Biasanya org berkarunia itu bisa jatuh karena uang, kedudukan dan pujian dr manusia. Tuhan menilai karakter kita di dlm hal keserupaan dlm Kristus, karakter yg spt punyanya Kristus. Ketaatan menjadi satu karakter yg Tuhan inginkan. Memang manusia tdk sempurna, tp Tuhan tdk ingin kita terjebak oleh ketidak sempurnaan yg kita miliki, Dia mendidik dan membentuk karakter kita supaya serupa dgn karakter Kristus.

Jgn kejar karunia saja, kerjalah perkenanan Tuhan, supaya pelayanan kita tdk sia-sia & akhirnya kita tdk ditolak Tuhan, jadi hamba yg setia dan berkenan.

Posted in Renungan | Comments Off on Karakter atau Karunia