Kasih dan Kejatuhan

DI 25112025

Wahyu 2:4-5 ILT3
Namun Aku mempunyai sesuatu terhadap engkau: bahwa engkau telah meninggalkan kasihmu yang pertama.
Sebab itu, ingatlah dari mana engkau telah jatuh, dan bertobatlah, dan lakukanlah perbuatan-perbuatan yang pertama, dan jika tidak, Aku datang kepadamu secepatnya dan akan memindahkan kaki pelitamu dari tempatnya, jika engkau tidak bertobat.

First love atau cinta pertama, suatu cinta yg sangat kuat, memiliki ketertarikan yang tinggi, rasa ingin memiliki dan tak ingin org lain merebutnya.

Memang dlm bahasa Inggris, kata love bs diterjemahkan sbg cinta dan kasih, hal ini terkadang membuat rancu dlm memaknai kalimat di mana kata itu ada, apakah arti yg dimaksud itu cinta, atau kasih? Kita cek dlm bhsa Ibrani, kata love dlm ayat ini ialah agapē yaitu kasih yg digambarkan sebagai kasih sayang, kebajikan, pesta kasih, kasih yg tulus. Kasih agape sering dijelasin sbg kasih ilahi, kasih pd Tuhan. Maka dlm ayat ini, Tuhan menegur pd gereja Efesus, bhw mereka telah meninggalkan kasih agape, mereka tdk lagi tulus mengasihi Tuhan, tdk lagi bergairah menyatakan kasih pd Tuhan, hanya berkata tp tdk disertai bukti di dlm perbuatan, jarang menyatakan kasih pada Tuhan. Gambarannya mgkin spt ini: kasih pd Tuhan yg mulai bersyarat, ada hal lain yang memikat hati, mulai lelah mengasihi Tuhan.

Ada org yang merasa ‘dikecewakan’ Tuhan, sebagian karena doanya tidak dikabulkan Tuhan, merasa org lain lebih diberkati, ada jg yg ‘tersandung’ karena melihat kejatuhan org yg katanya sangat rohani. Blm sampai keadaan tdk cinta lagi, tapi mulai bergeser hatinya dr Tuhan. Masih beribadah bahkan rajin melayani, tp hati sdh tawar, tidak lagi 100% percaya Tuhan, mulai curiga Tuhan pasti mengadakan yg tdk baik. Waspada bhw keadaan ini bukan hanya terjd pd diri perorangan, tp bs perkelompok spt dalam jemaat Efesus ini. Bayangkan 1 gereja tdk lagi mengasihi Tuhan sepenuhnya, tp tetap ada ibadah dan pelayanan. Koq bs seperti itu? Jgn heran karena ini realita, bs terjadi pd diri ataupun kelompok kita. Kita punya banyak kelemahan, itu celah bagi iblis utk menjauhi kita dr Tuhan.

Masihkah kita mengasihi Tuhan dgn tetap sepenuh hati? Kembali kasihi Tuhan dgn keadaan saat pertama kali kita jatuh cinta pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih dan Kejatuhan

Berkata Tidak Benar Tentang Tuhan

DI 24112025

Ayub 42:7
Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Téman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.

Org yg bicara panjang lebar ttg Tuhan tidak selalu berarti dia mengenal Tuhan dengan benar, contohnya ialah Elifas, teman Ayub, dia ditegur Tuhan langsung mengenai hal itu.

Demikian jg dgn para pengkhotbah, belum tentu yg mereka jabarkan ttg Tuhan itu hal yg benar, ini bukan berarti mereka semua spt Elifas, sebagian mengatakan yg benar ttg Tuhan, sebagiannya ‘mengarang’ bebas ttg Tuhan, apalagi yg bernubuat palsu, dia seolah-olah berkata atas nama Tuhan, dia mengaku dengar dr Tuhan, tp kenyataan yg sebenarnya dia berbohong demi tujuannya sendiri. Ada yg ingin dipanggil ‘nabi’, ada yg ingin menaikkan tarif persembahan kasih yg akan dia terima, dsbnya. Org-org biasa tetapi kaya raya, biasanya jd target korban empuk bagi mereka: para nabi jadi-jadian yg jg bernubuat palsu. Hati-hati karena dlm Alkitab ada disinggung ttg ‘jemaah iblis’ yg jahat: “Aku tahu perbuatan-perbuatan dan kesukaran dan kemiskinanmu, padahal engkau kaya, juga hujatan dari mereka yg menyebut diri mereka Yahudi, padahal bukan, malah sebaliknya mereka adalah sinagoga Setan (Wahyu 2:9 ILT3).

Ada baiknya mengikuti program yg gereja lokal kita tawarkan ttg pendalaman Alkitab, ini sangat membantu kita mengenal Tuhan lebih dalam, atau bila punya kesempatan, bs mengikuti sekolah teologia, di dalamnya kita belajar utk lebih terarah dlm membaca dan menafsirkan ayat-ayat Alkitab secara lebih baik. Jgn trauma karena ada orang yg lulus sekolah teologia, tapi melakukan hal yg jahat di gereja dan jemaat, ingat mereka itu hanya oknum, bukan sekolah teologinya karena di sekolah teologi tdk diajarkan utk mahasiswanya berbuat jahat. Kita harus berkata benar ttg Tuhan, bkn menafsir dgn seenak pikiran kita, dicocok-cocoksn dgn ide manusiawi kita. Tuhan tdk suka orang yang mengatakan hal yg salah ttg diri-Nya, karena itu kenali Tuhan dgn benar, katakan yg benar ttg Tuhan.

Banyak hal yg belum bs kita pahami dalam pengenalan kita akan Tuhan, terus belajar dan alami pengalaman bersama Tuhan, ini akan membuat kita mengenal Tuhan dgn benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Tidak Benar Tentang Tuhan

Mengenal Tuhan

DI 22112025

Ayub 1:5
Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Siapakah Ayub ini? Berdasarkan informasi yg kita dapati dr kitab Ayub, dia tinggal di tanah Us, yg kemudian disebut Edom, jadi Ayub bukanlah keturunan Abraham dan jg bukan org Israel.

Yg menarik dari ayat di atas, Ayub tahu ttg mempersembahkan korban, sesuatu yang tidak biasa bagi org di luar bangsa Israel. Ayub diperkirakan berumur mgkin hampir 200 tahun: “Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat” (Ayub 42:16). Umurnya bisa kita bandingkan dgn umur Abraham: “Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun (Kejadian 25:7). Jadi diperkirakan Ayub hidup dalam zaman Abraham hidup atau bahkan mgkin sebelum Abraham karena manusia zaman itu berumur lebih dr 150 thn (± 2000 SM). Darimana Ayub tahu ttg Tuhan sedangkan waktu itu belum ada Yudaism? Kita tidak bs tahu pasti apa yg terjd, namun di mata Tuhan, Ayub punya tempat khusus dalam hal kesalehannya.

Proses mencari dan menemukan Tuhan, ini yg Ayub telah lewati dlm hidupnya. Secara ekonomi, dia sangat diberkati, hatinya tidak melekat pd hartanya, sekalipun semuanya dlm sekejap lenyap, dia tdk menyalahkan Tuhan. Dia tahu ttg hal mempersembahkan korban karena dia kuatir anak-anaknya itu bersalah pd Tuhan ketika mereka berpesta. Sepertinya Ayub mengalami mirip seperti yg Abraham alami yaitu dipilih dan dituntun Tuhan secara pribadi utk hidup berkenan di hadapan Tuhan. Imannya diuji, memang di dalam ujian ini, ada bbrpa hal yang kurang baik spt dia menyesali kelahirannya, tetapi pd akhirnya dia mengakui bhw mengenal Tuhan hanya dr apa kata org, dan saat dia diuji inilah, dia melihat Tuhan, bertemu dgn Tuhan langsung (Ayub 42:5). Ujian selesai dan Tuhan memberkati Ayub 2 kali lipat dr sebelumnya dan diberikan keturunan.

Mengenal Tuhan itu hrs secara langsung, bukan hanya melalui Alkitab, kesaksian org lain, ataupun khotbah, cari Tuhan sampai kita bertemu dengan Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan

Jangan Terlalu Yakin

Di 21112025

1 Korintus 10:12
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Percaya diri yg tinggi memang dibutuhkan supaya kita melakukan sesuatu dgn yakin dan bersemangat, tapi dlm hal keteguhan diri kita, kita harus jujur pd diri sendiri.

Tdk ada satupun manusia yg kebal godaan berbuat dosa, kadang kemarin bs menahan diri dr berbuat dosa, hari ini belum tentu bs tetap menahan diri lalu akhirnya jatuh. Dari ayat di atas, rasul Paulus mengingatkan dg tegas bhw jgn kita merasa diri sdh berdiri dgn teguh, artinya sulit dijatuhkan. Hal yg perlu kita ingat, bhw godaan dosa itu tidak main-main, trs mencari waktu di mana kita lengah, dan kurang waspada. Iblis sdh jauh lebih lama ada di dunia ini drpd kita, sejak manusia pertama jatuh dlm dosa, bahkan saat dia masih bagian dr malaikat di surga, dia telah ada. Jadi dia mengenal semua yg ada pd diri kita, dia mempelajarinya dan ia akan trs berusaha ‘menerkam’ di saat kita lengah: Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis pada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi” (Ayub 1:7).

Kita hrs terus waspada dlm pengendalian diri kita, sekali saja kita tdk disiplin, maka dosa akan mulai mendekati kita. Kisah di PB ttg Petrus yg yakin dirinya tdk pernah akan menyangkal Yesus, bs menjd contoh nyata bhw kadang seseorg terlalu yakin dg kualitas dirinya, pdhal nantinya dia jatuh & menjd malu. Mengasihi Tuhan itu artinya taat pd perintah Tuhan, termasuk dlm hal menjauhi apa yg Tuhan larang dan dengan ikut membenci apa yg Tuhan benci. Sehati dan setia pd Tuhan, inilah modal utama utk kita bs melawan keinginan berbuat dosa yg bs datang kapan saja. Kain sekalipun SDH diperingatkan Tuhan bhw dosa sdg datang menggodanya, dia memilih mengikuti apa yg diinginkan hatinya, maka terjadilah satu kejahatan pembunuhan pertama di dunia ini, menghilangkan ribuan generasi kalau saja Habel tetap hidup.

Jgn terlalu yakin dgn kepercayaan diri yang kita miliki, godaan dr luar kadang lebih dari yg kita perkirakan, tetap waspada dan jgn lengah sedetikpun.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Terlalu Yakin

Hidup Bijaksana

DI 20112025

Matius 7:24-25
“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Hidup kita seumpama sebuah rumah, mau spt apa wujudnya itu hal yg bukan utama, tapi pondasi rumah, mau dibangun di atas apa, ini yg penting.

Pondasi hanya terlihat saat pembangunan mulai berlangsung, kita bs melihat dengan jelas pondasi rumah yg digunakan, setelah itu dilanjutkan dgn membangun struktur dr rumah yg diinginkan. Pondasi pd akhirnya tdk terlihat lagi karena tertutup lantai yang kita pakai. Ini gambaran ttg hidup kita yang sedang kita bangun, pondasi apa yang kita pakai utk itu, membangun di atas batu, ini berarti kita membangun di atas pondasi yg benar & teguh: dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dr batu karang rohani yg mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. (1 Korintus 10:4). Doa pribadi, kebaikan yg tersembunyi, keintiman dgn Tuhan, semua ini contoh pondasi yg hanya Tuhan & kita saja yg tahu, org lain melihat hasilnya dan menilai hidup kita.

Membangun hidup kita di atas pondasi yg benar yaitu Kristus, bukan berarti luput dr semua yg akan dialami semua org. Dalam ayat ini dikatakan bhw bangunan rumah yg pondasinya benar atau salah, akan teruji dr besarnya badai kehidupan yg dtg menimpa semua org, baik itu org yg rohani maupun yg duniawi. Bedanya org yang rohani tetap teguh melewati ujian kehidupan, tapi yang duniawi, hidupnya akan ‘roboh’, semuanya hancur dan mengalami kerugian besar. Jd ingat bhw ada ujian kehidupan yg semua org akan alami, sifatnya massal dan tidak mudah, mungkin akan ada ujian kesulitan, ujian kesabaran, ujian kehilangan semua, dsbnya. Masihkah bs bertahan? Semua ini bergantung pd pondasi kehidupan kita, yg pasti di dalam Kristus, ada janji keamanan dan kesuksesan, ada penyertaan Tuhan yg sempurna atas hidup kita.

Bangunlah pondasi kehidupan kita di atas batu karang yaitu Kristus, firman-Nya hrs kita taati dan ketika ujian kehidupan akan datang, kita punya nyali utk menghadapi.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Bijaksana

Nabi Palsu Berbulu Domba

DI 19112025

Matius 7:15 ILT3
“Namun, waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dalam pakaian bulu domba, tetapi di dalamnya mereka adalah serigala yang buas.

Kalau kita membaca dgn teliti dan hati yg murni, ada banyak salah tafsir mengenai ayat ini, nabi palsu seringkali diarahkan pd figur hamba Tuhan, tp ternyata bukan itu.

Mari jujur ya: gembala kambing domba itu seorg manusia, kambing domba itu ternak hewan, jd berbeda, di sini dikatakan bahwa serigala buas datang ke kawanan domba, jd karena serigala itu hewan, sama seperti domba, maka nabi-nabi palsu ini ternyata bukan para hamba Tuhan yg digambarkan sbg seorg gembala kambing domba, tetapi nabi palsu ini adalah jemaat iblis yg masuk dlm kawanan jemaat yg adalah domba. Jd ini sebenarnya para nabi palsu: mereka yg adalah jemaat iblis (serigala buas), datang masuk dalam lingkungan jemaat (kawanan domba) dgn memakai ‘pakaian domba’, ya mereka berpura-pura sbg jemaat Tuhan & berusaha menyesatkan jemaat Tuhan. Kita terlalu ‘polos’, ketika mengartikan seorang nabi palsu itu org yg berdiri di mimbar, yg mengajarkan pengajaran sesat saja, tetapi kita tdk waspada melindungi jemaat.

Ini bkn hanya soal pengajaran sesat, tetapi bgmna opini antar jemaat di bwh mimbar, yaitu kehidupan sehari-hari. Tanpa sadar di dlm hidup kekristenan kita, sdh terjd bnyk pergeseran dr kebenaran firman Tuhan, ini bs terlihat dlm pecahnya opini jemaat ttg perceraian, ttg cara penguburan vs kremasi dan masih bnyk lagi. Setiap org, kelompok kecil pd akhirnya punya dogma tersendiri, yg bs sama atau mgkin berbeda dr doktrin yabg dianut sinode gereja lokalnya. Dahulu sebagian besar org sepakat utk tidak pakai cara kremasi, tetapi skrg ini itu dianggap sbg pilihan keluarga yg berduka, dihormati dan tidak boleh dilarang jika keluarga ingin melakukannya. Kita tdk sedang membahas ttg doktrin, tp bahaya para nabi palsu yang perlu kita waspadai adalah bhw mereka dg bebasnya masuk dlm lingkungan jemaat & menggeser kebenaran yg dianut jemaat itu sesuai kemauan mereka.

Waspadai gerakan nabi palsu di zaman ini, para gembala gereja hrs mengawasi dgn seksama pembahasan ttg kebenaran dlm lingkungan para jemaat, jgn sampai terjadi pergeseran kebenaran dr yg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Nabi Palsu Berbulu Domba

Jangan Membuang Diri Sendiri

DI 18112025

Matius 7:6
“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

Ayat ini mengandung pesan sangat penting ttg kehidupan kita, ada bbrpa pelajaran yg bisa kita ambil dan terapkan dlm hidup kita yg sangat berharga ini.

Barang yg kudus itu menggambarkan satu kehidupan kita, anjing adalah hewan yang dikategorikan najis utk bangsa Israel. Dlm Ensiklopedia Alkitab dikatakan: Umumnya di Timur Tengah, anjing pd dasarnya ialah binatang pemakan bangkai; dan kendati anjing sangat berguna utk menghabiskan hidangan yabg terbuang, pada kodratnya memang anjing itu kotor dan merupakan pembawa penyakit, justru tak dpt dijamah tanpa yg menjamahnya menjadi najis. Jadi jgn berikan hidup kita pd apapun kenajisan yg ada di dunia ini. Hidup kita jg dijelaskan layaknya mutiara yg berharga, hrs dirawat dan jgn diberikan pada ‘babi’, gambaran ttg apapun yg hina dan dibenci. Intinya adalah kita hrs menghargai hidup kita, terjerumus dgn hal-hal yg najis dan kotor hanya akan menimbulkan ‘serangan balik’ sbg akibat dr hukum tabur tuai.

Dlm hal emosi misalnya, wajar jika dengan normalnya emosi kita tunjukkan, namun itu tetap hrs dlm kendali penuh kita, boleh utk marah, tp jgn sampai amarah meledak dgn menimbulkan kerugian terhadap diri orang lain, jgn timbulkan masalah yg sebenarnya tdk perlu ada. Curhatlah pd org terpercaya, jika tdk maka kita akan diserang balik dgn pembocoran info ttg apa yg kita ceritakan. Tolonglah org yg pantas ditolong, jangan menolong org yg hanya memanfaatkan diri kita lalu kemudian tdk tahu berterimakasih dan mengumpat kita. Intinya, jgn membuat diri kita terjerumus dlm kenajisan, misalnya pesta pora, balas dendam, perzinahan, dan hal lainnya, semua itu hanya membuat diri kita hancur perlahan-lahan. Jgn membawa diri kita jatuh dlm dosa, sekali terikat maka sulit utk melepaskan diri kita dr keterikatan dosa itu.

Jauhi diri kita dr semua hal yg bs membuat najis hidup kita, dekatkan diri pd Tuhan dan kasihi Dia seumur hidup kita, jgn mencoba sesuatu yg nantinya membuat kita hancur dlm kebinasaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Membuang Diri Sendiri

Meminta Pada Tuhan

DI 17112025

Matius 7:11
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Tuhan itu Mahatahu, tahu yg kita mau, tapi kenapa kita diajar utk meminta? Harusnya Tuhan sediakan dan tak perlu kita meminta tapi pasti ada alasan utk itu.

Yg memiliki anak pasti paham, ada waktu sbg orgtua, kita yg memanggil mereka utk makan, tp ada waktu jg mereka meminta utk makan, karena lapar. Sdh kewajiban dr orgtua utk menyediakan makanan keluarga dan tak perlu diingatkan setiap hari. Minta itu hrs berkata, baik lisan maupun tulisan, inilah suatu komunikasi, interaksi beberapa pihak utk menikmati kebersamaan, jd ada alasan mengapa Tuhan mengajar kita utk meminta sesuatu dan akan Dia berikan, Dia ingin trs ada komunikasi dgn kita, setiap hr setiap saat, kita hrs menunjukkan sesuatu yaitu membutuhkan Tuhan dlm hidup kita. Apakah kita sdh membangun komunikasi yg baik dgn Tuhan setiap hari? Berdoa dan memuji menyembah Tuhan, inilah hal yang kita pakai sbg komunikasi sehari-hari dgn Tuhan kita.

Tapi perlu diperhatikan jg, dlm ayat ini dgn jelas dikatakan bhw Tuhan hanya memberi apa yg baik menurut pandangan-Nya. Ada suatu kriteria yg berbeda ttg kriteria suatu yg baik menurut kita dan menurut Tuhan. Apalagi kalau yg kita minta itu ada suatu niat terselubung misalnya, spt sbg balas dendam, mengutuki, dsbnya. Jd batasan inilah yg diterapkan Tuhan ketika kita ingin yang kita minta itu pasti dikabulkan Tuhan, hrs apa yg murni baik, tdk boleh egois dan utk melampiaskan nafsu dan amarah. Bila kita memahami ini, maka pasti kita dengan teliti menyaring hal apa yg ingin kita minta pd Tuhan dan pasti diberikan, pikirkan dulu sblum meminta, jgn sampai permintaan ini menjd sebuah dosa besar, pertimbangkan dgn hikmat dan ketulusan hati, maka yang terjd adalah kita bersukacita karena Tuhan mengabulkannya.

Mintalah apa yg baik sesuai kriteria Tuhan, jgn utk ambisi meluapkan emosi semata, mintalah dgn kerendahan hati, jgn ‘galak’ apalagi mengancam Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Meminta Pada Tuhan

Masalah Dari Tuhan

DI 15112025

1 Raja-raja 11:14
Kemudian TUHAN membangkitkan seorang lawan Salomo, yakni Hadad, orang Edom; ia dari keturunan raja Edom.

Belajar Alkitab maka pikiran kita hrs dapat terbuka lebar, menerima fakta bhw Tuhan itu tdk hanya selalu memberkati, tp Dia itu jg adil dan Hakim yg menghukum.

Karena kejahatan dosa yang dilakukan raja Salomo, akhirnya Tuhan membangkitkan org-org yg akhirnya menjd lawan dan akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Di sini kita belajar bhw terkadang masalah yg kita hadapi itu adalah akibat dr dosa besar yg kita lakukan di hadapan Tuhan, ingatlah bhw hukuman Tuhan itu masalah terbesar kita. Jangan lugu dan polos berpikir bahwa semua yg buruk itu datangnya dr iblis, ini sangat merusak iman rohani kita. Jangan salah memandang ini: Tuhan tidak pernah merancangkan yg buruk pd kita kalau kita ini hidup berkenan di hadapan Tuhan, Dia pasti memberkati kita, tp kalau kita mulai melenceng dan berbuat jahat di mata Dia, bersiaplah bnyk keburukan yg mendatangi hidup kita satu persatu. Taat dapat berkat, tdk taat dapat kutuk, ini ada dlm Ulangan 28.

Jgn asal tengkang rengking, apalagi pakai nama Yesus, kalau keburukan yg kita alami itu akibat dosa kita sendiri, biar ditengking model apapun, suruh hamba Tuhan bantu menengking, itu hanya suatu kebodohan di profetik saja. Kalau masalah datang, yang pertama sebaiknya dilakukan adalah mulai evaluasi dan intropeksi diri, adalah dosa yg kita perbuat? Bereskan itu kalau ada, jgn jd sok kudus, bertobatlah! Kalau memang ini bkn karena dosa, mulailah berdoa meminta petunjuk Tuhan, gunakan otoritas yg Tuhan berikan utk melawan sumber masalah itu. Jika ternyata iblis yg menyerang, lawan dia dgn otoritas nama Yesus. Kalau ini karena masalah kita dgn sesama, kalau kita yang salah, segera berdamai dan bereskan dgn tuntas. Jgn sedikit-sedikit berprofetik tapi ternyata itu profetik palsu.

Tuhan mendatangkan kutuk kalau seseorg berbuat jahat yg sangat tdk menyenangkan hati Tuhan, bnyk fakta dlm Alkitab, bahkan Ananias dan Safira dihukum Tuhan dengan kematian karena berdusta pd Roh Kudus.

Posted in Renungan | Comments Off on Masalah Dari Tuhan

Jadilah Leluhur Yang Baik

DI 14112025

2 Raja-raja 8:18-19
Ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.

Pada zaman Daud dan Salomo, kerajaan Israel mengalami masa kejayaan, nyaris tdk ada kerajaan lain yg berani melawan kekuasaan bangsa Israel.

Namun yg terjd kemudian, setelah Salomo mati dan keturunannya menjd raja, Israel terpecah menjd 2, keturunannya hidup dlm aneka kesalehan, ada yg hidup benar, tapi ada jg yg melakukan hal yang jahat di mata Tuhan, hingga akhirnya dikalahkan Babel & menjd tawanan. Sedikit banyak, ada suatu peranan penting dr para leluhur raja Israel
dan Yehuda, yaitu Daud dan Salomo. Daud melakukan dosa besar berkaitan dgn istri Uria dan Tuhan berkata: “Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu” (2 Samuel 12:10). Lalu jg dosa Salomo yg menyembah berhala krna pengaruh para istrinya, Tuhan berkata ini: “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu” (1 Raja-Raja 11:11).

Kita belajar dr hal ini, bhw apa yg nanti bisa dialami oleh keturunan kita, bs karna dosa yg kita perbuat, mgkin itu tdk terjd di saat zaman kita masih hidup, tp anak cucu yang akan menanggungnya. Sebaliknya, apa yg baik telah kita lakukan, dampaknya jg bisa dialami oleh keturunan kita selanjutnya. Jd pertimbangkanlah dgn matang segala hal yg akan kita lakukan, apakah dampaknya itu positif? Bermanfaatkah utk kita dan jg keturunan kita selanjutnya? Jgn Jd leluhur atau nenek moyang yg menyebar kutukan pd keturunannya, hiduplah benar dan suci di hadapan Tuhan, yg kita sediakan untuk keturunan kita haruslah berkat, bkn kutuk, teladan yg baik, bukan contoh buruk, dan masih banyak lagi. Wariskan nama baik, sejarah hidup yang baik utk keturunan kita.

Jgn ceroboh dan bertindak tanpa pikir dulu tetapi bijaklah menjalani hidup ini, ada Dia yabg menilai hidup kita dan memberi upah sesuai dgn perbuatan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Leluhur Yang Baik