Binatangpun Dibungkam

DI 18122025

Keluaran 11:7 ILT3
Dan tidak seekor anjing pun berani menajamkan lidahnya atas segenap bani Israel, mulai dari manusia dan sampai pada hewan, sehingga kamu mengetahui bahwa YAHWEH membuat perbedaan di antara orang Mesir dan orang Israel.

Ketika org Israel nantinya keluar dr tanah Mesir, diberitahukan Tuhan pd Musa bhw perjalanan mereka akan aman karena TDK ada anjing yg berani mengganggu mereka.

Mitos bhw anjing punya indera khusus yg bs merasakan hal yg gaib, mgkin saja hal itu sebagian benar. Dlm Alkitab ada kisah hewan yg bs melihat yg tdk bs mata biasa lihat: Dan keledai itu melihat Malaikat YAHWEH berdiri di jalan dan sebilah pedang terhunus di tangannya. Dan keledai itu menyimpang dari jalan itu dan masuk ke sebuah ladang. Dan Bileam memukul keledai itu untuk kembali ke jalan itu (Bilangan 22:23 ILT3). Dlm ayat ini anjing jg bs membedakan mana org Israel dan yang bukan, ada perbedaan yg Tuhan buat, jadi ada kemungkinan anjing itu akan melihat manusia tp dlm dunia rohnya, atau mgkin anjing itu bs melihat ada malaikat Tuhan yg berjalan bersama org Israel. Binatang jg taat pd Tuhan, inilah bukti bhw Pencipta itu benar-benar menguasai ciptaan-Nya.

Kita tdk sedang membahas ttg anjing yang mgkin bs melihat hal gaib, tp dlm ayat yang kita baca ini, mata apapun yg Tuhan buka utk melihat hal gaib, itu bs terjd. Abdi Elisa yaitu Gehazi, pernah dibuka matanya untuk bs melihat dunia roh: Lalu berdoalah Elisa: “Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.” Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa (2 Raja-Raja 6:17). Bisakah ini terjadi pd diri kita? Mgkin saja kalau Tuhan yang melakukannya demi tujuan tertentu, jd kita jgn ‘alergi’ kalau seseorg berkata bhw dia diizinkan Tuhan melihat dunia roh, tp tentu perkataannya itu hrs tetap diuji, benar atau sekedar ingin mencari sensasi shga yang dikatakannya itu tdk benar.

Tuhan sanggup membuka mata kita untuk melihat hal gaib atau dunia roh, tp itu tidak utk dipamerkan, jgn ambil keuntungan dari karunia yg Tuhan berikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Binatangpun Dibungkam

Jangan Menghakimi

DI 17122025

Matius 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Makna jangan menghakimi ini perlu diteliti lebih dalam supaya kita jgn punya pikiran yg keliru ttg ini, apalagi membiarkan hal yg salah tetap dibiarkan.

Kita perhatikan dulu kata ‘hakim’, siapa dan apa peran seorg hakim dlm kehidupan org Yahudi yg berdasar pd hukum Taurat. Pada zaman itu seorang hakim adalah pemimpin bangsa Israel setelah zaman Yosua hingga zaman raja pertama yaitu Saul. Kata Ibrani syofet berarti seorang yang menegakkan keadilan dan kebenaran, menghukum org yg bersalah dan membenarkan orang yang benar. Jadi perlu suatu pengakuan dr para pemimpin suku Israel terhadap seseorg yg dipilih Tuhan menjabat sbg seorg hakim. Di dlm kehidupan sehari-hari, menghakimi bs dimaknai sbg tindakan memberi keadilan & membela yg benar, tdk membiarkan orang bersalah bebas dr hukuman. Seorg hakim punya wewenang menentukan nasib orang yg berperkara, karena itu tidak sembarang org bisa menduduki jabatan hakim.

Jangan menghakimi dlm ayat ini pny bnyk peringatan bagi tiap org: pertama, apakah Tuhan yg memberi wewenang menghakimi dan memberi keputusan? Kedua, apa kita punya kompetensi atau memenuhi syarat utk menghakimi? Apakah kita pny hikmat utk menentukan yg benar dan yang salah? Kadang orang menghakimi cuma berdasar pd apa kata org, malas mengecek ulang & mendengar dr 2 pihak, tdk cukup jeli dalam menilai situasi dan peristiwa yg ada, hanya karena merasa diri lebih benar drpd orang lain, bukan berarti otomatis punya hak utk menentukan yg benar dan yg salah, punya wewenang menentukan nasib org. Dalam kenyataannya km mereka yg merasa diri pantas menghakimi justru mereka juga yg melakukan hal yg sama, melemparkan yg salah ke org lain, menyelamatkan diri sndri demi tdk dihakimi dan dihukum.

Penghakiman adalah hak Tuhan, yg Tuhan serahkan sebagian wewenang pd org-org yg Dia pilih, jika kita tdk diberi wewenang dr Tuhan, jgn sok utk menghakimi.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menghakimi

Jangan Salah Memprioritaskan

DI 16122025

Matius 6:31-32
Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Memenuhi kebutuhan hidup itu sesuatu yg dilakukan semua org, bgmna bs supaya itu terpenuhi, manusia mengusahakannya dgn berbagai cara.

Apa maksud Yesus dgn mengatakan ayat di atas? Tentu kita jgn keliru memahami dr perkataan Yesus ini, bukan berarti secara otomatis Tuhan sediakan makanan, rumah serta pakaian, intinya kebutuhan primer dr hidup manusia. Tuhan tahu dalam hidup ini kita membutuhkan semuanya itu, dan pasti Dia sediakan, namun kata kunci dr ayat ini adalah: ‘dicari’, ini yg perlu kita cermati lbh dalam. Mencari sesuatu itu perlu waktu & juga tenaga, apalagi mencari bgmna dapat memenuhi kebutuhan primer hidup kita, jd maksud dr ayat ini adalah gunakan waktu dan daya kita bukan hanya utk mencari jln memenuhi kebutuhan hidup kita ini, tubuh memerlukannya, tp roh kita jg punya suatu kebutuhannya sendiri. Karena itulah dalam ayat selanjutnya dikatakan supaya mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, jd ini ttg prioritas menggunakan waktu serta daya yg kita miliki.

Mengejar kebutuhan primer hidup ini scra berlebihan akan membuat kita tidak akan mudah puas dgn yg kita miliki. Mengejar kekayaan utk memenuhi kebutuhan primer hidup kita berubah menjd menimbun harta tanpa batas, akibatnya kadang kehilangan damai sejahtera karena kuatir memikirkan nasib harta kita. Menilai org lain berlebihan karena kita berpikir jangan-jangan harta yg kita miliki mau diincar, orang baik terhadap kita karena ada maunya, dsbnya. Memiliki batas rasa cukup menjd suatu yg penting utk kita miliki. Makan dan minum dengan berlebihan justru membuat kehilangan wkt utk menikmatinya, kenyang berlebihan itu menyebabkan perut sakit. Org menjd ‘sakit’ karena mengejar harta dgn rakusnya, tapi kebutuhan rohnya tdk terpenuhi, kaya tapi binasa, apa gunanya?

Gunakan waktu hidup kita utk memenuhi kebutuhan hidup kita: jasmani, jiwa, rohani, sehingga hidup kita seimbang dan punya damai sejahtera dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Memprioritaskan

Menimbun Kekayaan

DI 15122025

Matius 6:19 ILT3
“Janganlah menimbun bagimu harta di bumi, tempat ngengat dan karat merusak dan tempat pencuri membobol dan mencuri.

Konteks ayat ini tentunya hrs mengikuti yg berlaku di saat itu, uang masih dlm wujud fisik, belum ada bank ataupun uang dalam wujud digital.

2 ‘musuh’ besar dlm menimbun harta yang Yesus sebut di sini, yaitu ngengat merusak serta karat, kemudian pencuri membobol dan mencurinya. Jadi kita ambil makna dr ayat ini, pertama, kemungkinan harta kita dirusak ngengat dan karat sudah mengecil karena perkembangan teknologi, harta bs dipelihara dan terhindar dr kerusakan. Dlm bbrpa kasus, masih ada peristiwa uang yg disimpan di tempat tertentu dlm rumah itu ternyata rusak oleh ngengat dan karat. Di lain hal, uang ada masa berlakunya karena biasanya dikeluarkan uang baru, jadi harus mengikuti perkembangan informasi spya jgn sampai uang yg dikumpulkan ternyata sdh tdk berlaku lagi sbg pembayaran yang sah. Menimbun harta tdk salah, tapi harus jg ‘memelihara’ harta dgn baik, supaya dpt dimanfaatkan jika diperlukan.

Kedua, ada pencuri yang membobol harta dan mencurinya. Ada saja orang-orang yg menginginkan harta kita, iri dan berniat yg jahat terhadap harta kita. Misalnya orang dg sengaja memohon utk meminjam uang dlm jumlah besar, sengaja tdk berniat utk mengembalikannya, ada jg org yg dengan akal liciknya ingin merampas harta dengan cara tipu daya, istilahnya ‘dimakan orang’. Sampai pencuri dlm makna aslinya, seperti perampok, preman, dsbnya. Menggunakan harta utk bersahabat dgn org lain, ini suatu seni berteman, dgn sengaja membagikan sedikit harta supaya lingkungan kita aman, org-org tdk mengganggu kita, menolong & ikut memelihara lingkungan di mana rumah kita tinggali, ini perlu dilakukan. Walau kita jg hrs pahami bahwa walaupun terkadang kita sdh berbuat baik, tetap saja bkn suatu jaminan org tdk berniat jahat terhadap kita.

Jaga dan pelihara harta kita dgn bijak dan baik, gunakan harta kita bkn hanya sebagai milik pribadi, tapi bagilah sebagian kecil jg utk memberkati org dan lingkungan sekitar kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menimbun Kekayaan

Cukup Kita dan Tuhan Yang Tahu

DI 13122025

Matius 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Perlukah orang lain tahu ttg perbuatan baik yg kita perbuat? Sebenarnya bukan org lain perlu tahu, tapi orang lain perlu menikmati kebaikan yg kita perbuat.

Secara logika, mengartikan ayat ini sangat sulit, mana mgkin tangan kiri tdk tahu yang tangan kanan perbuat, karena otak & mata kita melihatnya. Pendekatan yg kita dapat tetapkan mgkin ttg ‘kiri dan kanan’, tangan pasti bicara ttg perbuatan, tp apa makna dr kiri dan kanan? Kanan biasanya dipakai utk menjelaskan ttg sesuatu yang mulia, hal ini bs kita temukan dlm pernyataan Yesus ini duduk di sebelah kanan Bapa, tentu ada yg perlu kita pahami ttg ini, mengapa kanan & mengapa bukan kiri? Tangan kanan sering dimaknai org kepercayaan. Tangan kanan seringkali dimaknai suatu kenormalan dlm melakukan apapun, org yg menggunakan tangan kiri disebut kidal, pengecualian yg dimaklumi, tp umumnya org normal lebih banyak drpd org kidal tangannya. Jadi apa makna sebenarnya dr ayat ini?

Lakukan perbuatan baik dgn ‘tersembunyi’, tdk perlu org banyak tahu, cukup kita dan Tuhan saja yg tahu. Ini mgkin berlaku utk perbuatan baik secara pribadi, lain halnya ketika spt membuka donasi utk bencana & yg lainnya, perlu publikasi yg intens. Kalau kita dipuji org karena perbuatan baik yang kita tunjukkan, kita kehilangan balasan dr Tuhan: “…supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya (Matius 6:5). Jd lbh mulia mana: dipuji manusia atau dipuji Tuhan? Tuhan membalas berkali-kali lipat, tp pujian manusia tdk setimpal dg balasan Tuhan, rugi besar sebenarnya jika kita dgn sengaja mencari pujian dr manusia tetapi kehilangan upah dari Tuhan. Tetapi perlu diingat: melakukan kebaikan hrs tulus, bkn ingin dibalas berkali lipat, Tuhan tdk mgkin bs dipermainkan!

Cukup kita dan Tuhan saja yg tahu, pujian dr manusia hanyalah sesaat, mgkin suatu saat mereka berbalik menghujat, manusia cenderung berubah-ubah.

Posted in Renungan | Comments Off on Cukup Kita dan Tuhan Yang Tahu

Sengaja Pamer

DI 12122025

Matius 6:1 ILT3
“Perhatikanlah sedekahmu, supaya jangan melakukannya di hadapan manusia sehingga dilihat oleh mereka, dan jika tidak, kamu tidak memperoleh pahala di hadapan Bapamu yang di surga.

Memberi sedekah diartikan sbg tindakan memberi bagi org miskin yg membutuhkan dan ini jgn dilakukan karena ingin terlihat di hadapan banyak org.

Zaman skrg populer istilah pencitraan, yg dilakukan sengaja diperlihatkan dg tujuan mendapatkan penilaian positif dr org lain, jd ada unsur kesengajaan utk melakukan hal ini. Terlihat org lain seharusnya bukan menjd tujuan perbuatan baik kita, tapi itu adalah ‘efek samping’ saja, tdk ada tujuan utk dipuji bnyk org, semua dilakukan karna dorongan hati oleh kasih. Org yg memberi akan dinilai sbg org yg berkelimpahan, dan bnyk org tergoda utk terlihat sbg org yang berkelimpahan, shga tdk diremehkan orang lain, karena sebagian golongan masih saja menilai org berdasarkan status ekonomi & sosial seseorg. Ingin terlihat sbg org baik & dermawan, menerima bnyk pujian, godaan ini sangat menguji kemurnian motivasi kita dlm berbuat baik, terkait jg dgn kehidupan kita sbg org Kristen.

Menjd populer, terkenal, dikagumi, semua itu hrsnya sekedar sebuah ‘efek samping’ yg kadang tdk terhindarkan. Kemajuan dr teknologi media sosial, mengakibatkan dg mudahnya kita meliput sebuah peristiwa. Tinggal merekam lalu publikasikan, cepat dan praktis, namun kembali pd diri setiap org, mau gunakan media sosial sbg apa? Utk jadi dokumentasi, ini hal yg baik, tetapi kalau utk pencitraan, mencari keuntungan bahkan menipu org, tentu ini sdh tdk murni dan tdk berkenan di hadapan Tuhan. Yang kita perbuat tentu hrs dipahami dan jangan kita modifikasi shga kehilangan kemurnian dasar oleh karena kasih. Pengakuan dari Tuhan lebih mulia drpd pengakuan yg kita terima dr manusia. Jgn gila pujian, hormat atau pencitraan semata, lakukanlah karna memang itu perintah Tuhan yg wajib untuk kita penuhi, tak perlu sengaja pamer.

Menjaga kemurnian motivasi kasih kita ini bukan hal yg mudah, tapi kita hrs menjaga hati kita dr segala hal yg bs mencemarkan kemurnian dan ketulusan hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Pamer

Sekilas Tentang Perceraian

DI 11122025

Matius 5:32
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Topik ini tentu sangat sensitif, doktrin yang dipegang oleh gereja dan umat tentu harus dihormati, tulisan ini hanya sekedar sebuah pendapat pribadi yg mungkin berbeda dgn yg lainnya.

Bolehkah pasangan Kristen bercerai? Satu pertanyaan yg pasti jawabannya sama kpn dan di manapun berada: terbagi dlm 2 hal jawaban, pertama, yg berkata tdk boleh, yg dipersatukan Tuhan, tidak boleh diceraikan oleh manusia, Tuhan membenci perceraian dan memang ada ayat-ayat pendukung yg meneguhkan jawaban ini. Kedua, golongan yg berkata bahwa sebaiknya jgn dilakukan apapun alasannya, ini mengacu pd setiap org bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, kalau memaksa bercerai, berarti sdh tahu resikonya di depan. Tetapi mari lihat ayat ini, tentu saja ada ayat-ayat lain yg bicara ttg perceraian, namun kali ini hanya membahas ayat ini. Ada kata yg kita hrs perhatikan yaitu: ‘kecuali’, berarti tidak boleh, tetapi karena alasan si istri berzinah, maka diperbolehkan.

Tdk disalahkan utk menceraikan istri yg dg yakin terbukti telah berzinah. Namun yang perlu dilihat jg dari sisi kesehatan misalnya yaitu seandainya si istri menderita penyakit kelamin dr perzinahannya, tetapi suami tdk menceraikannya, bisa jd suaminya tertular penyakit itu, karna tak mgkin mengampuni istri tanpa melakukan hubungan suami istri kembali spt semula, mengampuni berarti memulihkan hubungan spt sebelum terjadi sesuatu. Atau pisah tempat tidur, apakah ini sama saja spt telah bercerai? Serumah tp tak saling tegur sapa, pasangan serasa hanya teman biasa, apakah ini diinginkan sbg pasangan Kristen? Menceraikan isteri yg berzinah, dlm ayat ini berarti membuat si istri berzinah, setelah bercerai dan nikah lagi, tetap dianggap zinah karena di mata Tuhan, janji nikah tdk batal karena manusia memilih utk bercerai.

Boleh menceraikan dgn alasan istri terbukti berzinah, tp keputusan tetap ada di tangan kedua pihak pasangan, mau mengampuni dan menerima kembali? Tuhan ingin yang rusak utk dipulihkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sekilas Tentang Perceraian

Jangan Menyebut Sembarangan

DI 10122025

Keluaran 20:7 (ILT3) Jangan menyebut Nama YAHWEH, Elohimmu, untuk kesia-siaan, karena YAHWEH tidak akan membebaskan orang yang menyebut Nama-Nya untuk kesia-siaan.

Perintah Tuhan ini sangat penting, banyak orang belum memenuhi sepenuhnya ttg hal ini, sehingga terjd banyak pelanggaran yg terjd dan membawa petaka dlm hidup.

Menyebut satu nama, berarti sengaja ingin melibatkan pemilik nama itu, misalnya saat berbincang-bincang, tersebut satu nama yg jadi obyek perbincangan, maka kalau saja ada perkataan yang salah ttg pemilik nama itu, dia berhak menuntut penjelasan, minta klarifikasi, bahkan berhak menuntut secara hukum karena dianggap mencemarkan diri dan nama baiknya. Kalau sebuah nama itu disebut ketika persidangan sebuah kasus, pihak pengadilan berhak memanggil untuk meminta keterangan/menjd saksi di kasus yg sedang disidangkan. Sederhananya itu, menyebut satu nama, berarti melibatkan si pemilik nama itu, jadi sengaja ‘menarik’ si pemilik nama itu masuk sbg obyek obrolan ataupun yg lainnya. Jadi apa yg dimaksud dgn menyebut nama Tuhan? Ada beberapa hal penting yg perlu kita mengerti.

Pertama, menyebut nama Tuhan itu ketika seseorg ingin menguatkan apa yg dia ucap dan katakan, sehingga dibuatlah sumpah yg membawa nama Tuhan di dlmnya. Kita jg diingatkan hal ttg sumpah: “Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan (Matius 5:33). Ada org yang sengaja bersumpah, tp tetap berkata yang dusta, ini suatu kesia-siaan yg akan orang itu pertanggung jawabkan di hadapan Dia. Kedua, mengatas namakan Tuhan ketika ingin mendapatkan keuntungan pribadi, ini bs terlihat dari nabi yg bernubuat palsu, yg sebenarnya tidak diutus Tuhan, tapi hanya demi mendapatkan uang besar saja. Bnyk jg hamba Tuhan yg menjanjikan berkat dg membawa nama Tuhan: “Kiranya Tuhan memberkati berkali-kali lipat dr taburan yg bapak/ibu/sdr telah taburkan”. Manipulasi nama Tuhan, berani menyuruh Tuhan yang membalas ‘taburan’, suatu sikap yg kurang ajar terhadap Tuhan.

Jgn menyebut nama Tuhan dg sembarang, apalagi utk kesia-siaan, hormati nama-Nya, takutlah dan gentar terhadap Dia, hiduplah dgn berkenan dlm setiap ucapan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menyebut Sembarangan

Jangan Mendua

DI 09122025

Keluaran 20:3 ILT3
Jangan ada padamu ilah-ilah lain di hadapan-Ku.

Ayat ini seringkali kurang diperdalam arti & makna yg sebenarnya Tuhan ingin berikan pd kita, sehingga seringkali memahaminya hanya sebagian kecil saja.

Perhatikan kata ‘di hadapan-Ku’, ini berarti ketika seseorang menyembah ilah-ilah lain, dilakukannya secara terang-terangan tanpa memperdulikan perasaan Tuhan. Mgkin ini bs menggambarkan sedikit maknanya: spt seorg istri yg berselingkuh dan bermesraan di depan suaminya tanpa peduli dg apa yg suaminya rasakan ketika melihat itu. Hidup yg mendua, satu sisi masih berstatus org Kristen, masih ke gereja, tapi di lain waktu, punya tuhan yg lain, yg jg dipercaya, tanpa org itu merasa bhw dia telah mendua hati. Sekali lagi, kata ‘di hadapan-Ku’ inilah titik beratnya, tidak merasa risih apalagi malu menyembah ilah-ilah lain di hadapan Tuhan yg katanya dia kasihi dgn segenap hati. Yg jg penting diperhatikan adalah ‘ilah-ilah’ yg berarti jamak, banyak ilah, bukan cuma 1 saja.

Jadi Tuhan sdh ingatkan, ada banyak ilah di dunia ini yg sanggup membuat manusia utk menyembah mereka. Ada yang karena ingin cepat kaya, dia menyembah ilah yang diyakini sanggup membuatnya kaya dalam waktu singkat. Ada yg menyembah ilah yg dia percaya sanggup menyembuhkan yang sedang dia derita, berdoa pd Tuhan tp tdk ada perkembangan baik, dsbnya. Banyak sisi kehidupan manusia yg mgkin muncul masalah di dalamnya, kadang orang tidak sabar menunggu waktu Tuhan bertindak, ingin cepat-cepat beres, jd memilih untuk mencari tuhan alternatif yg sanggup untuk memenuhi keinginannya. Seringkali inilah celah yg iblis gunakan untuk menyediakan apa yg kita mau, namun ingatlah bhw iblis memberi namun dia mengambil lebih dari yg dia berikan, ada ‘bunga’ yg dia inginkan.

Percayalah pd Tuhan dgn segenap hati, tdk bimbang ataupun ragu, sabar menanti wkt Tuhan utk Dia bertindak, jgn berani untuk membuat Tuhan murka karena banyak ilah lain dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Mendua

Memelihara Perintah Tuhan

DI 08122025

Keluaran 20:6
tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Bgmna supaya hidup kita diberkati Tuhan? Dgn terlibat pelayanan? Bnyk doa puasa? Rajin ke gereja? Ini hanya bagian dari yang dimaksud dgn berpegang pd perintah yang Tuhan berikan.

Yg Tuhan inginkan itu bukan melakukan yg hanya kita bs lakukan dari seluruh perintah yg Dia tunjukkan pd kita, bukan sebagian, tp semua atau seluruh perintah Tuhan. Yg ada dlm pikiran manusia pasti ttg ini: tidak ada yg sanggup melakukan seluruhnya, jd bgmna? Benar bhw tdk ada satupun orang yg sanggup melakukan semua perintah yg Tuhan berikan, masalahnya itu kita ini mau atau tidak? Kalau mau, sekalipun kita tidak sanggup, Tuhan yang akan memampukan kita utk melakukannya. Masalahnya justru terletak pd orgnya itu sendiri, bukan tidak sanggup tetapi tdk mau. Mengapa? Karena kecenderungan manusia itu inginnya hidup bebas melakukan keinginannya, tdk boleh ada larangan, tetapi hidup bebas tanpa ada batas justru cenderung membahayakan & merusak hidup manusia itu sendiri.

Pertama, tergantung mau atau tidak kita di dalam mentaati perintah Tuhan, kedua, yg sering dikeluhkan adalah bhw perintah-Nya itu berat, sulit dan banyak hambatan untuk melakukannya. Memang bbrpa perintah dr Tuhan itu memerlukan pengorbanan, harus memilih yg tepat, dan resikonya kehilangan apa yg kita miliki. Namun jgn kuatir, kuasa Tuhan itu tanpa batas, jika membangkitkan org mati saja Dia sanggup, apalagi hal yg lainnya. Kesetiaan kita diuji justru saat kita diperhadapkan resiko besar seandainya yg kita pilih adalah mentaati perintah Tuhan. Bbrpa kisah dlm Alkitab menggambarkan ttg ini, kadang nyawa jadi taruhannya, pilih taat pd Tuhan atau pd manusia. Tuhan tdk menutup mata terhadap kesetiaan kita, Dia akan menunjukkan pembelaan-Nya ketika kita memilih utk setia.

Kita hrs punya keinginan mentaati seluruh perintah Tuhan, Dia akan beri kesanggupan utk itu, Dia membela kita ketika pilihan yg kita ambil adalah memilih taat pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Memelihara Perintah Tuhan